Lucky Hakim Ungkap Alasan Dirinya Dipecat dari PAN

Tsarina Maharani - detikNews
Rabu, 04 Jul 2018 02:05 WIB
Foto: dok. detikcom
Jakarta - Politikus Lucky Hakim membeberkan alasan pemecatan dirinya dari PAN. Lucky menyebut ancaman pemecatan itu sudah didapatnya sejak menjabat anggota DPR pada 2014.

Hal ini bermula dari persoalannya dengan anggota Dewan PAW, Intan Fitriana Fauzi, yang saat ini telah dilantik menggantikan dirinya di DPR. Lucky menuturkan Intan menuduhnya mencuri suara saat Pileg 2014. Dia dan Intan pun saling lapor.

"Saya tuh diancam PAW dari tahun 2014, di awal itu. Bisa dicek, coba search 'Lucky Hakim melaporkan Intan Fitriana Fauzi tahun 2014'. Jadi 2014 saya dituduh mencuri suara sama Intan. Saya laporin ke polisi. Akhirnya (laporan) Intan itu saya cabut, dan Intan mencabut gugatannya di internal partai," ujar Lucky saat dimintai keterangan, Selasa (3/7/2017).

Tak mau berlarut-larut, Lucky memutuskan mencabut laporannya dari polisi. Intan juga mencabut tuduhannya dari internal partai. Berselang beberapa waktu, Lucky pun resmi dilantik sebagai anggota DPR dari F-PAN.

Namun, kemudian Intan minta jatah. Menurut Lucky, Intan meminta periode jabatannya di DPR dibagi dua. DPP PAN rupanya juga punya pemahaman serupa.


Lucky mengatakan DPP PAN mengira Lucky punya perjanjian khusus dengan Intan. Selama menjabat, DPP PAN kemudian kerap mengancam memecatnya sebagai anggota Dewan.

"Setelah saya dilantik, Intan minta saya 2,5 tahun dan itu karena Intan itu kan juga orang DPP juga. Petinggi partai. Lalu saya selalu dikejar-kejar dengan bayangan apa-apa PAW," terangnya.

Teror ancaman itu diakui Lucky membuatnya tidak nyaman. Dia menyampaikan keengganannya kembali maju jadi calon anggota legislatif mewakili PAN. Setelah ia menyampaikan hal itu, menurut Lucky, DPP PAN kemudian memecatnya secara sepihak pada 31 Januari 2018.

"Saya merasa tidak nyaman. Saya bilang, kalau saya tidak nyaman begini, saya nggak mau nyaleg lagi ke depannya. Nggak mau nyaleg-lah. Ngapain. Saya jadi anggota DPR aja diginiin terus," tutur Lucky.

"Jadi, setelah itu saya kan sudah nggak mau nyaleg. saya kan ogah nyaleg, lalu Intan, tiba-tiba, artinya Mahkamah Partai ya, internal itu memecat saya sepihak tanggal 31 Januari," imbuhnya.


Akhirnya Lucky memilih mundur dari PAN pada April 2018. Dia pun memilih melangkahkan kaki ke Partai NasDem.

"Akhirnya saya mengundurkan diri tanggal 11 April. Kan kalau orang dipecat dari partai, dia melapor ke pengadilan, kan. Saya nggak. Ya sudahlah, kalau lu nggak mau gua, ya sudah. Saya juga mau keluar. Udah sama-sama nggak mau. Ya sudah, setelah saya keluar, tanggal 11 April mengundurkan diri, bebas dong mau ke mana pun. Toh, dia nggak mau saya sejak 31 Januari. Itu diketok di rapat pleno harian," tutupnya. (tsa/nvl)