DetikNews
Selasa 03 Juli 2018, 10:30 WIB

Viral Warga Tuduh Hakim Bisa Dibeli, Ini Duduk Masalahnya

Suparno - detikNews
Viral Warga Tuduh Hakim Bisa Dibeli, Ini Duduk Masalahnya Pengunjung sidang ribut di PN Sidoarjo (ist.)
Sidoarjo - Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo berakhir ricuh. Pengunjung sidang menuding hakim bisa dibeli. Keributan itu direkam seorang pengunjung lain sehingga menjadi viral. Bagaimana sebetulnya yang terjadi?

Keributan itu dengan agenda pembacaan vonis atas terdakwa Djoni Harsono yang juga mantan direktur BPR Jati Lestari pada Kamis (28/6/2018). Oleh PN Sidoarjo, Djoni divonis bebas. Mendapati hal itu, keluarga korban sempat mengamuk di ruang sidang dan videonya sempat viral di media sosial.


Menurut keluarga korban, Tutik Rahayu, kasus itu bermula saat dirinya melaporkan kasus Perbankan ke Polda Jatim pada 13 Juni 2014. Tiga tahun setelahnya, para saksi ditetapkan menjadi tersangka. Total tersangka ada 2 orang.

"Cuma kami merasa keberatan bahwa kedua tersangka tidak ditahan. Namun kami tetap bersabar. Kemudian pada tanggal 6 Maret 2017. P19 di Kejaksaan dengan alasan pemeriksaan tambahan terhadap saksi, tersangka dan ahli OJK," kata Tutik kepada detikcom, Selasa (3/7/2018).

Pada tanggal 16 Agustus 2017 tersangka beserta dan barang bukti telah dilimpahkan Jaksa Penuntut Umum.

"Tentunya kami juga merasa heran juga bahwa di Polda tidak ditahan. Di Kejaksaan pula tidak ditahan," terang Tutik.


Tonton juga 'Suap Hakim, Politikus Golkar Aditya Moha Divonis 4 Tahun Penjara':

[Gambas:Video 20detik]


Menurut Tutik, apa yang dialaminya tidak ada hubungannya dengan kasus perdata. Karena ini menyangkut pelanggaran UU Perbankan.

"Sementara itu pada saat sidang berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, terdakwa divonis bebas oleh majelis hakim," jelas Tutik

Vonis lepas ini jauh di luar tuntutan jaksa. Di mana jaksa menuntut terdakwa selama 3,5 tahun penjara. Kedua tersangka dinilai melanggar Pasal 49 ayat 2 huruf B UU Perbankan.

Dalam pembacaan vonis itu, sempat terjadi keributan. Setelah pembacaan vonis, pengunjung sidang berdiri dan mendekati majelis hakim. Mereka lalu menunjuk-nunjuk muka terdakwa. Masih tidak puas, mereka lalu ke luar ruangan dan berorasi di ruang tunggu pengadilan.

"Jangan percaya pengadilan yang kayak gini modelnya. Lawan terus. Kita membayar, rakyat membayar aparatur negara, mereka tidak perlu keringat, kerja di bawah AC," teriak seorang pria.

"Bubarkan pengadilan!" teriak pengunjung lain.

Aparat yang berada di lokasi membiarkan peristiwa tersebut.

"Di Indonesia kalau tidak punya uang kalian bisa masuk penjara. Hakim bisa dibeli. Hakim kena sogok, hakim kena suap," teriak seorang pengunjung sidang lainnya.

Viral Warga Tuduh Hakim Bisa Dibeli, Ini Duduk Masalahnya

(Suparno/asp)
Baca Juga
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed