DetikNews
Senin 02 Juli 2018, 18:41 WIB

KAI Minta Oknum Warga Setop Lempari Kereta Api

Robi Setiawan - detikNews
KAI Minta Oknum Warga Setop Lempari Kereta Api Foto: Sugeng Harianto/detikcom
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebutkan, pada masa operasional Angkutan Lebaran 2018 pelemparan batu ke kereta api terhitung terjadi sebanyak 33 kasus, yang terjadi di Sumatera dan Jawa. Karena itu, PT KAI selalu mengimbau masyarakat ikut serta melancarkan perjalanan KA, dengan tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur kereta api.

"Sosialisasi tentang bahaya melempar batu ke KA juga sudah sering dilakukan PT KAI, baik di lingkungan sekitar jalur KA maupun ke sekolah-sekolah. Daripada menghabiskan waktu di sekitar jalur KA yang dapat membahayakan keselamatan, masyarakat didorong untuk melakukan kegiatan produktif di lokasi lain yang lebih aman dan tidak mengganggu perjalanan KA," kata VP Public Relations KAI Agus Komarudin dalam keterangan tertulis, Senin (2/7/2018)

Lebih lanjut Agus berharapkan masyarakat menjadi bagian dari kelancaran perjalanan KA, sehingga penumpang KA selamat sampai stasiun tujuan. Bagi masyarakat yang melihat hal-hal yang sekiranya berpotensi menghambat perjalanan KA atau menyebabkan kecelakaan KA, diharapkan segera melapor ke petugas agar segera dapat dilakukan pemeriksaan dan antisipasi demi perjalanan KA yang selamat.


"Saat ini kesadaran masyarakat untuk turut menjadi bagian dari keselamatan dan kenyamanan bersama masih perlu ditingkatkan. Hal ini terlihat dari masih adanya masyarakat yang iseng melakukan pelemparan batu ke transportasi massal yang dapat mencelakakan keselamatan orang banyak," kata Agus.

Selanjutnya, Agus menyebut masyarakat belum mengerti bahwa hal tersebut sangat berbahaya dan melanggar hukum, karena membahayakan aktivitas perjalanan KA.

Menurutnya, hal ini sesuai dengan KUHP Bab VII mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang Pasal 194 ayat 1, yang menyatakan bahwa barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Selanjutnya pada ayat 2 dinyatakan bahwa jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun.


Agus menjelaskan kondisi ini merupakan hal yang serius. Menurut dia, hal yang harus juga diperhatikan semua pihak adalah kelancaran dan keselamatan perjalanan KA, karena dalam satu rangkaian perjalanan dapat mengangkut ratusan orang sekaligus.

Dampaknya tidak hanya mengganggu, menghambat, atau membahayakan perjalanan KA itu sendiri, tapi juga dapat menghambat dan membahayakan perjalanan KA lainnya.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed