DetikNews
Senin 02 Juli 2018, 15:35 WIB

Artis Kalina Berharap Pelaporan Pemilik ADA Tour Disetop Polisi

Yuni Ayu Amida - detikNews
Artis Kalina Berharap Pelaporan Pemilik ADA Tour Disetop Polisi Foto: Yuni Ayu
Jakarta - Kasus dugaan nama baik oleh artis Kalina terhadap pemilik ADA Tour Lasty Annisa masih diproses di Polres Jakarta Selatan. Mantan istri Dedy Corbuzier itu merasa tidak bersalah dan berharap polisi menyetop kasus itu.

"Kalau sudah bisa dihentikan, saya (minta) hentikan. Tapi kalau dibutuhkan lapor balik, saya lapor balik. Saya bukanlah orang yang ingin bermasalah dengan orang lain, tapi kalau kami dipojokkan kami punya hak untuk menuntut balik. Tapi itu kita bahas nanti, saya nggak mau gegabah ambil keputusan," jelas Kalina di Polres Metro Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (2/7/2018).

Kalina mendatangi Polres Jakarta Selatan untuk dimintai keterangan sebagai saksi terlapor. Sebelumnya, Kalina tidak bisa memenuhi undangan polisi lantaran sedang terbaring sakit di RS Bintaro.


Dalam pemeriksaan tadi, Kalina menyerahkan sejumlah bukti-bukti ke penyidik, di antaranya berupa video, WhatsApp percakapan anatara dirinya dengan Lasty dan lainnya.

"(Bukti) ada video, WhatsApp, tempat yang tidak layak. Janjinya Lasty seperti apa," ucapnya.

Sebelumnya, Kalina dilaporkan oleh Lasty ke Polres Jakarta Selatan pada Mei 2017. Kalina dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik karena memposting keluhannya soal umorh yang diselenggarakan oleh ADA Tour.

"Bukti sudah kita terangkan dan untuk laporan balik sedang kita pertimbangkan," ungkap Razman Arif Nasution selaku pengacara Kalina.


Razman berharap kasus itu akan disetop di tingkat penyidikan kepolisian. Meski kasusnya sampai lanjut ke pengadilan, dia yakin kasus itu bakal dimenangkan oleh pihaknya.

"Nah oleh karena itu, maka saya berkeyakinan kasus ini akan dimenangkan kalau pun sampai di pengadilan. Tapi saya berharap kasus ini selesai di tingkat penyelidikan, karena saya yakin akan sulit dibuktikan jadi penyidikan dan kalaupun itu terjadi, sebaiknya polres melakukan SP-3 saja, clear sempai situ," paparnya.

Razman berkeyakinan kliennya tiidak bersalah. Apa yang dillakukan Kalina, menurutnya adalah sebuah keluhan dari seorang konsumen.

"Kalau ini mereka (polisi) pandang sebagai sesuatu yang harus dilakukan proses sidik maka saya berkeyakinan klien saya tidak salah," lanjut Razman.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed