Monumen Korban KM Sinar Bangun akan Dibangun di Danau Toba

Herianto Batubara - detikNews
Senin, 02 Jul 2018 15:20 WIB
Keluarga korban KM Sinar Bangun melakukan tabur bunga di Danau Toba Foto: Antara Foto/Sigid Kurniawan
Simalungun - Besok, Selasa (3/7) jadi hari terakhir upaya SAR nasional terhadap korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara. Sebuah monumen akan dibangun untuk mengenang para korban.

Besok jam 10.00 WIB info akan dilaksanakan peletakan batu pertama," kata Kepala SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan, saat dihubungi detikcom lewat telepon, Senin (2/7/2018).

Acara peletakan batu pertama itu direncanakan dihadiri Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, tim SAR gabungan, unsur musyawarah pimpinan daerah, tokoh masyarakat dan agama, dan para keluarga korban.


Budiawan mengatakan monumen ini akan dibangun Pemerintah Kabupaten Simalungun di wilayah Tiga Ras. Bupati Simalungun JR Saragih mengatakan monumen ini akan dibuat berbentuk kapal.

Nantinya di monumen itu akan ditulis seluruh nama-nama korban yang dinyatakan hilang dalam tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun pada Senin (18/6) lalu. Diharapkan lewat monumen itu masyarakat khususnya keluarga korban bisa mengenang para korban.

"Semua nama-nama korban akan di situ. Jadi nanti ziarah ada tempatnya. Jadi kalau berziarah di situ lah. Itu keputusan terakhir kemarin dalam rapat musyawarah," ujar Budiawan.

Besok sekaligus akan jadi hari terakhir upaya SAR nasional terharap korban KM Sinar Bangun. Meski demikian, Budiawan memastikan unsur SAR di daerah masih akan tetap melakukan pemantauan.


Budiawan berharap masyarakat memahami bahwa dihentikannya upaya SAR secara nasional ini bukan berarti tim SAR akan berhenti bekerja. Pihak SAR daerah akan tetap melakukan pemantauan dan akan menindaklanjuti jika ada informasi valid dari warga soal temuan korban.

"Setelah penutupan secara nasional, kami tetap akan melaksanakan operasi rutin, melaksanakan pemantauan. Mana tahu ada korban ditemukan kita ambil juga. Kalau ada laporan warga, kalau memang positif ada korban kita laksanakan juga. Tim-tim yang di daerah akan melaksanakan pemantauan rutin," jelasnya. (hri/fdn)