Koki Restoran di Jakarta Tewas Bukan Karena Flu Burung
Senin, 25 Jul 2005 12:17 WIB
Jakarta - Seorang koki sebuah restoran di Jakarta yang tewas 17 Juli 2005 lalu dipastikan tidak terkena flu burung. Perjalanan klinis warga Malaysia itu tidak menunjukkan gejala penyakit flu burung."Perjalanan klinis orang tersebut bukanlah mengindikasikan flu burung, karena dia telah sakit demam selama tiga minggu," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadillah Supari dalam konferensi pers di Ruang Kencana, Hotel Sari Pan Pacific, lantai 4, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2005). Sebelum meninggal, koki berwarganegaraan Malaysia ini dirawat di RS Graha Medika. Dari hasil penelusuran data gejala klinis yang dialami koki restoran itu, diketahui bahwa pasien sudah mengalami demam selama tiga minggu. "Ini tidak mengindikasikan flu burung. Sebab, dalam kasus flu burung, setelah tiga hari demam, biasanya meninggal," kata Menkes.Dalam jumpa pers itu, Menkes meminta masyarakat tetap tidak panik dengan banyaknya isu flu burung. Tapi, masyarakat perlu berhati-hati dan menjaga kebersihan lingkungan. "Jaga kebersihan lingkungan, terutama jika Anda memelihara unggas. Jangan sampai kotorannya ke mana-mana. Kenali juga gejala flu burung seperti demam tinggi yang tidak bisa turun dengan obat-obatan biasa dan cepatlah memeriksakan diri," pinta Menkes. Sebelumnya, koki yang bekerja di restoran berinisial CRJ ini sempat disebut-sebut meninggal terkena flu burung. Bahkan, kabar sebelumnya koki ini meninggal mendadak.
(asy/)











































