Soal KSP, PPP ke Gerindra: Bukan Bakar Lumbung tapi Cari Tikusnya

Soal KSP, PPP ke Gerindra: Bukan Bakar Lumbung tapi Cari Tikusnya

Tsarina Maharani - detikNews
Kamis, 28 Jun 2018 18:45 WIB
Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Gerindra menyebut Kantor Staf Presiden (KSP) layak dibubarkan lantaran berbicara tentang peta Pilpres 2019 Joko Widodo setelah muncul hasil quick count Pilkada Serentak 2018. PPP menilai kritik Gerindra tak tepat.

"Semisal mencari tikus di lumbung padi, bukan lumbungnya yang dibakar, tapi cari tikusnya," ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Kamis (28/6/2018).

"Artinya, kalau ada persoalan di sebuah instansi, sistemnya yang dibenahi. Bukan lembaganya yang dibubarkan," imbuh pria yang akrab disapa Awiek itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut Awiek, kritik terhadap KSP bisa disampaikan lebih objektif. Sebab, menurutnya, KSP ada untuk membantu kinerja presiden.

"Saya kira kritik perlu disampaikan bahwa lembaga negara itu harus independen dan tidak partisan. Namun usulan pembubaran KSP saya kira tidak tepat. Karena kehadiran KSP sesuai dengan kebutuhan untuk menopang kinerja presiden," sebut anggota DPR itu.


Kantor Staf Presiden melalui Deputi IV Bidang Komunikasi dan Diseminasi Informasi Eko Sulistyo berbicara tentang peta Pilpres 2019 Joko Widodo setelah muncul hasil quick count Pilkada Serentak 2018. Gerindra mengkritik keras KSP.

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade meminta KSP dibubarkan. Bagi Andre, KSP saat ini tidak jelas fungsi dan kerjanya, apalagi menurutnya tupoksi KSP serupa dengan beberapa lembaga negara lainnya.


"Menurut kami, lebih baik KSP ini dibubarkan saja daripada terjadi pemborosan anggaran negara, apalagi anggaran kita ini ditopang oleh utang. Dan juga KSP tugasnya banyak tumpang tindih dengan lembaga negara lainnya," kritik Andre. (tsa/jbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads