Indonesia Mengajak Negara Islam Promosikan Sikap Moderat

Indonesia Mengajak Negara Islam Promosikan Sikap Moderat

Fajar Pratama - detikNews
Rabu, 27 Jun 2018 11:51 WIB
Indonesia Mengajak Negara Islam Promosikan Sikap Moderat
Foto: Dok Kemenag
Baghdad - Dalam forum internasional, delegasi Indonesia mengajak negara-negara Islam untuk mempromosikan sikap moderat. Setiap askes menuju pemikiran radikal harus ditutup rapat-rapat.

Ajakan itu disampaikan Ketua Delegasi Indonesia Muchlis M Hanafi saat mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berbicara pada Konferensi Internasional tentang Moderasi dan Islam Wasathiyah di Baghdad.

Muchlis mengatakan kesalahpahaman terhadap konsep dasar keislaman menjadi salah satu faktor munculnya ekstremisme dan terorisme. Ideologi dan pemikiran garis keras ini, lanjut Muchlis, menyebar dalam berbagai literatur dan media, baik cetak maupun elektronik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian Muchlis meminta negara-negara Islam harus merapatkan barisan dan bergandengan tangan untuk meng-counter ideologi tersebut dengan cara serupa dan membentengi generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam kubangan pemikiran radikal.

"Semua akses menuju pemikiran radikal harus ditutup rapat-rapat. Pada saat yang sama kita juga harus bergerak mempromosikan wacana keagamaan yang moderat," tegas Muchlis di Baghdad dalam keterangan tertulis dari Kemenag, Selasa (26/6/2018).




Melalui berbagai program, lanjut Muchlis, terutama pendidikan agama dan keagamaan, pemerintah Indonesia bersama ormas-ormas Islam terus memperkuat moderasi Islam sebagai sebuah manhaj keberagamaan.

Menurut Muchlis, sejak pertama kali ke Indonesia, DNA Islam Indonesia adalah tawassuth dan wasathiyyah, sehingga Islam mampu berasimilasi dengan budaya lokal yang sangat beragam.

"Melalui forum ilmiah semacam ini, kita dapat berbagi pengalaman dalam mengembangkan dan memperbaharui wacana keagamaan yang lebih dinamis, harmonis, dan humanis. Dengan bersatu, menghargai keragaman dan menghormati perbedaan kita akan mampu menciptakan dunia yang lebih aman dan damai, tanpa ISIS," tuturnya.

Mukhlis menekankan, pemikiran agama yang radikal harus dilawan dengan counter narasi, bukan dengan cara kekerasan. Penanggulangan dan penanganan paham radikal dengan cara represif justru akan menimbulkan masalah baru.

"Paham dan pemikiran keagamaan radikal harus dilawan melalui counter narasi secara komprehensif dan terus menerus agar tidak melebar dan menjadi laten. Penanganannya tidak selalu dengan cara kekerasan yang justru dapat memunculkan problem baru", ujarnya.

Konferensi Internasional Moderasi dan Islam Wasathiyah ini berlangsung dua hari, 26 - 27 Juni 2018. Delegasi Indonesia yang menghadiri konferensi terdiri dari tujuh orang, yaitu: Muchlis M Hanafi (Ketua Delegasi, mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin), Muhyiddin Junaidi (MUI), Ikhwanul Kiram Masyhuri (Alumni Al Azhar), Saiful Mustafa (UIN Maliki Malang/NU), Fathir H Hambali (Alumni Syam), Auliya Khasanofa (Muhammadiyah/UMT), dan Thobib Al-Asyhar (Kemenag). (Thobib) (fjp/jbr)


Berita Terkait