detikNews
Selasa 26 Juni 2018, 19:07 WIB

Habiburokhman Bawa 2 Saksi Ceritakan Terkait 'Mudik Neraka'

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Habiburokhman Bawa 2 Saksi Ceritakan Terkait Mudik Neraka Saksi 'mudik neraka' yang dihadirkan Habiburokhman (Wildan/detikcom)
Jakarta - Pernyataan Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Gerindra Habiburokhman soal mudik neraka sempat menuai kontroversi. Dia pun mengajak rekan dan sopirnya yang juga terjebak mudik neraka di Merak untuk membuktikan dirinya tak berbohong.

"Hari ini saya sekadar lebih menjelaskan saja soal kontroversi macet Merak yang saya dituduh berbohong, dituduh berbicara tidak sesuai fakta. Bahwa perlu saya garis bawahi, tanggal 13 Juni 2018 di Merak benar-benar macet," kata Habiburokhman kepada wartawan di Dunkin' Donuts Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/6/2018).


Habiburokman membenarkan saat itu dia memang mudik menggunakan pesawat, sementara sopirnya menyetir mobil melalui Pelabuhan Merak menuju Lampung. Dia mengaku selalu memantau berita mudik dan laporan sopirnya. Habiburokhman pun tak mau disebut berbohong terkait kemacetan di Merak yang dia sebut mudik neraka itu.

"Intinya, saya serukan kepada mereka yang tuduh saya bohong agar meralat itu. Saya kasih kesempatan selama bulan Syawal ini, silakan cabut omongan dan minta maaf kepada saya," tegasnya.

Cerita terjebak macet juga dialami oleh rekannya sesama anggota ACTA, yakni Rudi Hermanto. Rudi bercerita, dia mudik melalui Merak pada Rabu (13/6) lalu bersama keluarganya. Dia mengaku kena macet sejak di Tol Merak.

"Jadi itu tepatnya hari Rabu, 13 Juni 2018, kurang lebih pukul 09.00 WIB saya keluar Tol Merak, saya dari Tangerang menuju Merak itu jam 09.00 WIB. Dari situ kendaraan sudah stuck, nggak bisa jalan, sampai saya matikan mesin," papar Rudi, yang dihadirkan Habiburokhman.


Rudi menceritakan kemacetan di lokasi itu sangat parah dan dia memilih mematikan mesin mobilnya. Rudi menyebut anaknya sampai menangis kepanasan karena mobil tak juga bisa melaju.

"Setelah saya matikan mesin, anak saya nangis dan saya nyalakan lagi. Kurang-lebih 4 jam saya di situ terjebak macet sampai saya naik kapal. Setelah itu keluar Tol Merak ada pom bensin sebelah kanan itu hanya bergerak kendaraan 1-2 meter berhenti lagi, gerak lagi. Itu begitu terus," paparnya.

"Di situ arahnya itu dari arah Jakarta ke Merak dan Merak ke Jakarta. Dari Merak mau ke Jakarta itu sudah nggak ada mobil karena sudah tertutup. Memang ada petugas di situ," sambungnya.
Habiburokhman Bawa 2 Saksi Ceritakan Terkait 'Mudik Neraka'Barang bukti 'mudik neraka' yang dihadirkan Habiburokhman (Wildan/detikcom)


Rudi juga mengaku melihat mobil Habiburokhman yang dikemudikan oleh sopirnya, Suparto. Atas pengalamannya itu, dia mengamini pernyataan Habiburokhman tentang mudik neraka.

"Jadi luar biasa apa yang disampaikan Pak Habiburokhman mudik neraka ya saya memang merasakan karena rutinitas saya tiap tahun mudik, memang paling parah saya rasakan tahun ini," ujarnya.

Suparto juga menyampaikan terkena macet sejak Tol Merak. Padahal Warto--sapaan karibnya--keluar dari Tol Merak pada pukul 05.00 WIB.

"Tanggal 13 Juni saya keluar Tol Merak sekitar jam 05.00 WIB, sekitar 05.30 WIB, 50 meter dari gerbang kendaraan sudah tidak bergerak. Setiap 20 meter kita jalan kemudian berhenti dan saya matiin mesin karena ke depan nggak bergerak. Sampai-sampai jam 12.00 WIB baru bisa masuk area pelabuhan. Setelah sampai, kita bisa naik kapal sekitar 12.30 baru kita bisa masuk kapal," urainya.


Warto pun menyebut saat itu jalan setelah gerbang Merak menuju Pelabuhan memang lancar. Hanya, macet ada sejak di gerbang tol.

"Kalau di sekitar mau ke arah Merak memang lancar, setelah gerbang Merak. Setelah gerbang tol masih ada 9 km ke arah pelabuhan itu macet total," ujar Warto.
(ams/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed