Polisi Petakan 32 Titik Rawan Pilkada di Kota Bekasi

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 25 Jun 2018 18:24 WIB
Ilustrasi/Foto: Lamhot Aritonang
Bekasi - Wilayah Bekasi menjadi salah satu kota/kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada 2018. Mengamankan pesta demokrasi ini, Polres Metro Bekasi mengerahkan 2.500 personel.

"Kita nggak mau ambil resiko, full kekuatan penuh, ada 2.500 personil, baik dari Polres Metro Bekasi Kota, Brimob, Polda Metro Jaya, (Unit) Sabara Polda Metro Jaya, TNI, dan Kodim plus Linmas," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto saat gelar pasukan di Alun-alun Bekasi, Jl. Letda Buchori, Kota Bekasi, Senin (25/6/2018)

Personil gabungan tersebut diantaranya, 956 personil Polres Metro Bekasi Kota, 200 personil Sabara Polda Metro Jaya, 200 personil BKO (Bantun Kendali Operasi) Polres Jakarta Timur dan Polres Jakarta Pusat, serta 265 personil TNI. Terdapat 3030 TPS di Bekasi yang akan dijaga aparat demi ketertiban dan keamanan.

"Ada cadangan di batalyon dan Polres (Metro Bekasi Kota), di Polres ada cadangan 500 orang. tugasnya melakukan kegiatan rutin kepolisian plus dapat digerakan ketika ada urgensi. ermasuk batalion 202 nanti akan membackup dengan menyiagakan panser," ujar Indarto.


Nantinya, akan ada 4 buah panser yang disiagakan di tempat-tempat strategis saat Pilkada 27 Juni mendatang.

Sementara polisi juga telah melakukan pemetaan titik rawan saat berlansungnya pemungutan suara. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor historis.

"Sebetulnya semuanya itu aman, tapi kita berusaha lihat historisnya, maka ada 21 (titik) rawan satu, 11 (titik) rawan dua. indikatornya adalah adanya sejarah pemilu di masa lalu itu ada trouble, ada kotak suaranya trouble atau sempat terjadi perdebatan yang sengit. kedua, para pendukung paslon terlihat imbang, dan TPS salah satu paslon itu terlalu mendominasi sehingga ada indikasi (ada) kecurangan," ujar Indarto.

(mea/mea)