Polisi akan memperkuat pengamanan di dua kecamatan yang masuk ke dalam wilayah hukum Polresta Cirebon itu. "Zona rawan kalau di Kota Cirebon tidak ada. Tapi ada dua kecamatan yang rawan di Kabupaten Cirebon yang masuk wilayah hukum kita, Kapetakan dan Suranenggala," kata Kapolresta Cirebon AKBP Roland Ronaldy usai apel gelar pasuka Mantap Praja Lodaya 2018 di Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon, Senin (25/6/2018).
Roland menceritakan sekelompok warga dari dua kecamatan itu terlibat bentrok pada awal Juni lalu. Roland mengatakan pihaknya telah menyiapkan segala antisipasi da penambahan personel agar bentrok antar warga tak terjadi saat pelaksanaan pemungutan suara nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebutkan jumlah personel gabungan yang dikerahkan untuk mengamankan pilkada di wilayah hukum Kota Cirebon sebanyak 1.050 personel. Personel gabungan itu, lanjut dia, tersebar diseluruh TPS.
"Masing-masing TPS akan ada dua polisi, tiga TNI, dan tiga linmas. TNI dan polri sifatnya memantau, tidak boleh masuk TPS karena harus netral," ucap Roland.
Lebih lanjut, Roland akan menindak tegas ketika terjadi tindakan yang mengarah pidana. Namun, lanjut dia, hingga hari ini situasi di Kota Cirebon jelang pemungutan suara pilkada serentak masih terkendali.
"Masih aman hingga sekarang. Untuk media sosial juga belum kita temukan adanya laporan. Tapi tidak menutup kemungkinan gangguan keamanan bisa terjadi, kita tetap antisipasi," katanya. (ern/ern)