DetikNews
Senin 25 Juni 2018, 17:15 WIB

6 Orang Tewas, Penjual Miras Oplosan di Cengkareng Ditangkap

Arief Ikhsanudin - detikNews
6 Orang Tewas, Penjual Miras Oplosan di Cengkareng Ditangkap Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi Foto: Arief/detikcom
Jakarta - Polisi menangkap Sari (51) penjual miras oplosan yang menewaskan enam orang pemuda di Cengkareng Timur. Sari ditangkap di tempat usahanya di Jalan Kincir Raya, Cengkareng Timur.

Polisi menyebut, Sari baru menjual miras oplosan pada 21 Juni 2018. Akibat oplosan itu, enam orang pemuda tewas.

"Keenam orang tersebut adalah MR (27), TT (48), HS (48), RZ (35), AS (39), HR (33)," ucap Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu, dalam keterangannya, Senin (25/6/2018).


Para korban meminum oplosan dan meninggal dalam waktu yang berbeda. Korban TT, HS, MR, dan RZ meminum oplosan di rumah TT di Cengkareng Timur pada 23 Juni 2018.

Sementara itu, korban AS meninggal pada 24 Juni 2018. Korban terakhir bernama HR, meninggal pada dini hari tadi, pukul 02.15 di RSUD Cengkareng.

"Menurut keterangan saksi, korban HR sering minum minuman keras dari terlapor dengan nama minuman Gingseng seharga Rp 15.000. Setelah itu muntah-muntah pada Minggu (24/6) malam sehingga dibawa ke RSUD Cengkareng," kata Edi.

Polisi kemudian menangkap Sari pada pagi hari tadi. Sari mengkamuflase usaha miras oplosan dengan rumah pembuatan parfum.

"Namum ini penjualannya tertutup dengan modus rumah. Membeli pembuat miras dari Gunung Sahari. Modus membuat parfum tapi malah dijadikan miras," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi.

Sari belajar membuat miras oplosan dari video. Dia mencampur beberapa bahan berbahaya kedalam miras.


"Miras oplosan ini dibuat dengan bahan dasar metanol atau alkohol. Bersifat toxic ini tidak boleh dikonsumsi dan mencampur dengan teh gula dan air putih," kata Hengki.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan beberapa barang bukti seperti 10 buah dirigen ukuran 20 liter alkohol 70 persen, 3 jeriken ukuran 10 liter berisi alkohol 70 persen.

Selain itu ada 2 jeriken ukuran 10 liter oplosan siap edar, 24 kemasan plastik oplosan siap edar yang dijual seharga Rp 15.000. 22 kemasan plastik oplosan siap edar yang dijual Rp 25.000.

Hengki menerangkan, polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 204 KUHP tentang menjual barang yang bisa membahayakan nyawa atau kesehatan. "Hukuman penjara maksimal 20 tahun," kata Hengki.
(aik/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed