DetikNews
Minggu 24 Juni 2018, 17:10 WIB

Anggota DPR Usul Kebiri hingga Hukuman Mati untuk Pemerkosa WN Prancis

Aditya Mardiastuti - detikNews
Anggota DPR Usul Kebiri hingga Hukuman Mati untuk Pemerkosa WN Prancis Konstantinus Andi Putra, tersangka pemerkosa turis Prancis di Labuan Bajo (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan, Deding Ishak mendukung Konstantinus Andi Putra (35), tersangka pemerkosa turis Prancis di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikebiri. Deding menyebut hukuman itu diperlukan untuk efek jera.

"Setuju hukum kebiri, agar hukum atau UU benar-benar implementatif dan dilaksanakan konsisten. Terhadap pelaku agar ada efek jera," kata Deding lewat pesan singkat Minggu (24/6/2018).


Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong yang menyesalkan pemerkosaan yang dilakukan Konstantinus Andi. Ali bahkan mendorong Andi dihukum mati.

"Menurut saya pelakunya harus dihukum berat, ditangkap, diadili, dihukum sesuai dengan mekanisme yang berlaku apalagi itu menyangkut nama baik Indonesia di mana pun. Kalau menurut saya orang itu tak ada ganjaran lain kecuali hukuman seberat-beratnya, kalau perlu hukuman mati, karena itu merusak citra Indonesia," kata Ali.

Ali menambahkan negara wajib hadir memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat, tanpa terkecuali turis asing yang berwisata ke Indonesia. Anggota Fraksi PAN itu pun menyayangkan peristiwa pemerkosaan turis yang mencoreng pariwisata Indonesia itu.

"Mestinya pemerintah harus hadir untuk memberi rasa nyamannya kepada setiap orang, dan negara-negara yang Islam berkembang yang memerlukan sebanyak mungkin turis masuk ke Indonesia. Maka polisi segera mengusut kemudian mencari latar belakang dilakukan baik sengaja atau tidak itu harus diterpakan hukum yang berlaku yang seadil-adilnya," urainya.


Ali menyebut kasus pemerkosaan itu bakal berdampak ke perekonomian dan pariwisata di Indonesia. Dia berharap opsi kebiri juga bisa dipertimbangkan sebagai efek jera kepada pelaku.

"Orang nggak akan lagi percaya ke Indonesia, masa turis aja diperkosa. Kalau perlu kebiri dan hukuman yang seberat-beratnya," urainya.

"Kalau saya ya kebiri itu ada aspek lain ya itu misalnya dia butuh menjalani hukuman dulu, supaya dia sadar, dan jera. Ini kan menyangkut nama baik indonesia di mana-mana, rasa nyaman turis tidak ada, sehingga ya (pariwisata) kita kurang terdongkrak, di samping sarana prasarana rasa nyaman turis itu masih kurang," pungkasnya.


Kasus pemerkosaan ini terjadi pada Selasa (12/6). Pelaku yang bukan merupakan pemandu wisata resmi awalnya mengantar korban ke lokasi air terjun Cunca Wulan di Labuan Bajo. Setelah itu, pelaku menakuti dan mengancam korban akan diperkosa bersama teman-temannya. Korban akhirnya menuruti permintaan pelaku.

Setelah melancarkan aksi bejatnya, pelaku mengantarkan korban yang mengaku sakit ke RS Siloam. Konstantinus lalu melarikan diri setelah mengantar korban ke RS Siloam.

Pelaku akhirnya ditangkap pada Jumat (22/6). Polisi berhasil meringkus Konstantinus sekitar pukul 06.30 Wita di Pelabuhan Waikelo di Sumba Barat Daya. Konstantinus ditangkap di pelabuhan saat akan kabur ke daerah Sumba Barat.




(ams/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed