DetikNews
Sabtu 23 Juni 2018, 08:41 WIB

Ngabalin Minta Prabowo Hati-hati Tuduh Mark Up Proyek LRT

Andhika Prasetia - detikNews
Ngabalin Minta Prabowo Hati-hati Tuduh Mark Up Proyek LRT Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin (Andhika Prasetia/detikcom)
FOKUS BERITA: Anggaran LRT Di-mark Up?
Jakarta - Pihak Istana Kepresidenan meminta Ketum Gerindra Prabowo Subianto berhati-hati menyebut ada mark up dalam pengerjaan proyek LRT. Istana menjelaskan bisa jadi ada pihak yang ingin menjebak Prabowo.

"Jadi apakah ada pakar ada yang mem-feeding informasi, hitungan ke Pak Prabowo, hati-hati jangan sampai membuat menjorokin Pak Prabowo dan menjadi sesat dan bisa menyesatkan kalau pidatonya tidak pakai data-data yang kuat, itu fitnah namanya. Hati-hati," jelas Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin kepada detikcom, Jumat (22/6/2018) malam.


Istana menegaskan ada penghematan anggaran sebesar Rp 13 triliun dalam proyek LRT. Proyek ini juga disebut tidak sepenuhnya memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Saya ulangi, LRT ini proyek pertama pemerintah yang tidak sepenuhnya menggunakan APBN karena APBN itu sekitar 20-an (yang dipakai)," ujar Ngabalin.

Prabowo menyebut data terkait indeks harga proyek LRT sedunia didapatnya dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Apa kata Ngabalin?


"Kalau dia punya data, kalau beliau-beliau punya data atau Anies punya data, jangan sembarang. Tolong siapkan datanya," kata Ngabalin.

Seperti diketahui, Prabowo menuding biaya pembangunan LRT di Indonesia di-mark up. Dia pun mengaku mengantongi data soal biaya pembangunan untuk LRT di dunia yang hanya berkisar US$ 8 juta/km. Sedangkan di Palembang, yang memiliki panjang lintasan 24,5 km, biayanya hampir Rp 12,5 triliun atau dengan kata lain US$ 40 juta/km.

"Saya tanya harganya berapa proyeknya, Rp 12,5 triliun. Luar biasa. Rp 12,5 triliun untuk sepanjang 24 km. Saya diberi tahu oleh Gubernur DKI yang sekarang, Saudara Anies Baswedan, dia menyampaikan kepada saya: Pak Prabowo, indeks termahal LRT di dunia 1 km adalah 8 juta dolar," ungkap Prabowo saat sambutan acara silaturahmi kader di Hotel Grand Rajawali, Palembang, Kamis (21/6).

"Kalau ini, Rp 12 triliun untuk 24 km, berarti 1 km 40 juta dolar. Bayangkan. Di dunia 1 km 8 juta dolar, di Indonesia, 1 km 40 juta dolar. Jadi saya bertanya kepada Saudara-saudara, mark up, penggelembungannya berapa? 500 persen," tambah dia.
(dkp/dkp)
FOKUS BERITA: Anggaran LRT Di-mark Up?
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed