8 Jam Bacakan Pleidoi dan Masih Lanjut, Fredrich Ngaku Sakit Leher

Faiq Hidayat - detikNews
Jumat, 22 Jun 2018 22:52 WIB
Fredrich Yunadi bacakan pleidoi (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Fredrich Yunadi mengaku sakit leher setelah membaca nota pembelaan atau pleidoi selama lebih dari 8 jam. Fredrich memang selama membaca pleidoi terlihat selalu menunduk.

"Agak sakit Yang Mulia, maklum memang minggu-minggu ini sedang ngerjain pleidoi," ujar Fredrich yang memegang leher bagian belakang saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Jumat (22/6/2018) malam.

Fredrich mulai membaca pleidoi sekitar pukul 13.30 WIB hingga pukul 22.10 WIB. Saat ini, Fredrich masih membaca sebagian pleidoi yang tebalnya sekitar 2.000 halaman.


Akhirnya, salah satu kuasa hukum Fredrich memasang mic dengan stand microphone di depan kliennya. Hal itu dilakukan agar Fredrich tidak merasa kelelahan.

Terdakwa merintangi penyidikan Setya Novanto itu juga sempat meminta istirahat kepada hakim lantaran ingin minum. Menurut Fredrich, tenggorokannya menjadi kering setelah membaca berjam-jam.

"Izin minum Yang Mulia karena haus," ucap Fredrich yang kemudian minum air mineral.

Majelis hakim ketua Saifuddin Zuhri meminta Fredrich untuk mempersingkat saja pembacaan pleidoi. Apalagi waktu sudah larut malam.

"Tolong diringkas saja, jangan banyak mengulang," ucap hakim kepada Fredrich.


Fredrich mengamini permintaan hakim. Dia akan membaca yang tidak perlu disampaikan dalam persidangan.

Hingga pukul 22.45 WIB Fredrich masih membacakan pleidoi-nya. Penasehat hukum Fredrich sendiri belum membaca pleidoi versi pengacara yang tebalnya 300 halaman.

Sebelumnya Fredrich dituntut jaksa KPK dengan 12 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider kurungan 6 bulan. Fredrich diyakini jaksa terbukti merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. (fai/rna)