TNI AU Diminta Selidiki Kecelakaan Dua Pesawatnya

TNI AU Diminta Selidiki Kecelakaan Dua Pesawatnya

- detikNews
Jumat, 22 Jul 2005 12:23 WIB
Jakarta - Kecelakaan yang menimpa dua pesawat TNI AU di Lhokseumawe dan Malang memicu keprihatinan anggota dewan. TNI AU pun diminta melakukan investigasi secara maksimal mengenai penyebab kecelakaan pesawat CN-235 dan Bronco.Hasil investigasi tersebut diharapkan bisa segera dilaporkan kepada DPR RI. "Ini agar kita bisa membuat kebijakan terkait dengan pengembangan alat-alat utama sistem pertahanan (alusista) dan sistem pembinaan di TNI AU," kata anggota DPR Effendy Simbolon di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (22/7/2005).Effendy juga meminta TNI AU mereview sistem pembinaan yang ada di matra TNI AU. Karena selama ini kecelakaan pesawat selalu didasarkan pada persoalan buruknya alusista, cuaca, dan human error. Padahal sistem pembinaan yang ada di AU belum dikaji secara maksimal."Setiap kejadian kita tidak punya laporan riil apa penyebab kecelakaan," kata Effendy, seraya menyatakan keprihatinannya terhadap kecelakaan beruntun yang dialami TNI AU. Namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang, Effendy meminta TNI AU mengawasi secara total rencana strategi yang telah dibuat dan dipaparkan di hadapan DPR.Seperti diketahui, pukul 12.45 WIB, Kamis (21/7/2005) pesawat CN-235 milik TNI AU jatuh di Bandara Malikul Saleh, Lhokseumawe, Aceh. Sedikitnya tiga perwira TNI AD tewas. Salah satu korban tewas adalah Komandan Batalyon Infanteri 312 Kala Sakti Kodam Siliwangi Letkol Infanteri Tito Ottman yang juga Sultan Deli XIII.Selain CN-235, pada hari yang sama pesawat TNI AU jenis Oviten (OV) 10 F Bronco juga mengalami kecelakaan di Malang, Jawa Timur. Hingga kini Bronco masih dicari. (umi/)


Berita Terkait