DetikNews
Jumat 22 Juni 2018, 13:25 WIB

Polisi Awasi Gerakan Jaringan Teroris Pascavonis Aman Abdurrahman

Carlo Venansius Homba - detikNews
Polisi Awasi Gerakan Jaringan Teroris Pascavonis Aman Abdurrahman Foto: Lamhot Aritonang/detikcom
Jakarta - Aman Abdurrahman divonis mati atas kasus terorisme di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Kelompok jaringan Aman diawasi untuk mengantisipasi gerakan pascaputusan tersebut.

"Ya itu yang perlu kita antisipasi, sementara ini alhamdulillah semua tidak ada informasi yang aneh, tetapi tetap kita lakukan antisipasi bagaimanapun," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar kepada wartawan di PN Jaksel, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

Indra mengatakan pengawasan jaringan teroris dilakukan oleh Tim Densus 88 Antiteror. "Kita serahkan semua ke teman-teman dari Densus, pokoknya semua tim bekerja untuk mengantisipasi," imbuhnya.


Sementara itu, Indra menjelaskan soal alasan polisi langsung membuat barikade ketika Aman melakukan sujud sesaat setelah divonis mati.

"Ya yang jelas, ada hal-hal tentu yang jadi diskresi pihak keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Indra.

Indra mengatakan, dalam pengamanan sidang kasus-kasus terorisme, polisi punya SOP tersendiri. Upaya itu dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.


"Karena ini memang kasusnya khusus, sehingga kita melakukan beberapa hal yang memang perlu kita lakukan untuk antisipasi, nggak apa-apa, hakim kan memang sesuai dengan pekerjaannya untuk melakukan mungkin ada etika-etika yang memengaruhi. Tetapi ada hal lain yang mendasar, yang terpaksa harus kita lakukan. Tapi alhamdulillah semua bisa berjalan lancar dan pihak pengadilan pun cukup memahami itu," tandasnya.


(mei/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed