DetikNews
Jumat 22 Juni 2018, 10:20 WIB

Ronny Sudah Visum, Pihak Herman Hery Ngaku Punya Bukti Tak Aniaya

Fajar Pratama - detikNews
Ronny Sudah Visum, Pihak Herman Hery Ngaku Punya Bukti Tak Aniaya Herman Hery/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Ronny Yuniarto Kosasih sudah melakukan visum atau pemeriksaan kedokteran untuk memperkuat pelaporannya terhadap anggota DPR Herman Hery yang dituduh melakukan penganiayaan di jalan. Pengacara Herman Hery, Petrus Salestinus mengaku punya bukti bahwa kliennya tidak melakukan pemukulan.

"Bahwa dia sudah visum ya silakan saja. Tapi kami punya bukti bang Herman Hery tidak melakukan apa yang dituduhkan itu," ujar Petrus kepada wartawan, Jumat (22/6/2018).

Apa bukti itu? Petrus belum mau mengungkapnya. Dia meminta pihak Ronny yang membuat pengaduan untuk membuat pembuktian terlebih dahulu, mengenai dugaan penganiayaan tersebut.



"Silakan dia yang buktikan dulu. Dia kan yang melapor awal. Kami dalam posisi siap untuk membuktikan bahwa tidak ada apa itu pemukulan oleh Bang Herman Hery," kata Petrus.

Petrus juga mengatakan dia akan melaporkan balik Ronny atas tuduhan pencemaran nama baik. Laporan akan dilakukan secepatnya.

"Saya masih di Flores, mungkin Senin laporan akan dilakukan," tutur Petrus.

Diberitakan sebelumnya, Febby Sagita selaku kuasa hukum Ronny menyebut kliennya telah melakukan visum di RS Pusat Pertamina sesaat setelah peristiwa penganiayaan itu terjadi. "Visumnya sudah waktu tanggal 10 (10/6) malam itu langsung ditemani oleh salah satu anggota kepolisian juga dari Polres (Jaksel)," ujar Febby.

Febby menjelaskan, kliennya mendapatkan luka cukup parah di bagian tangan. Selain itu, juga terdapat luka lebam di bagian wajah. "Kalau luka yang paling fatal itu kalau nggak salah patah atau retak, nanti berdasarkan visum, tangan korban saat ini di-gips," jelas Febby.

"Ada pukulan lebam-lebam di muka. Lalu ada di bagian tangan juga ada. Di tangan istrinya juga ada. Termasuk di bagian kaki dan dekat rahang. Itu tadi yang kita perlihatkan," imbuh dia.

Berdasarkan laporan yang dibuat Ronny, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Minggu, 10 Juni 2018. Saat itu mobil yang dikendarai Ronny berisikan istri dan anak-anaknya masuk jalur Transjakarta hingga akhirnya ditilang polisi. Kemudian, menurut Ronny, Herman Hery dan ajudannya yang berada di dalam mobil yang posisinya di belakang, keluar dan melakukan pemukulan.
(fjp/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed