DetikNews
Kamis 21 Juni 2018, 14:13 WIB

Eks Pejabat BI Ungkap Penyimpangan BLBI yang Dilakukan BDNI

Faiq Hidayat - detikNews
Eks Pejabat BI Ungkap Penyimpangan BLBI yang Dilakukan BDNI Mantan pejabat BI dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara BLBI di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) disebut melakukan penyimpangan dalam penggunaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Bentuk penyimpangannya dibeberkan mantan Direktur Pengawasan BI Iwan Ridwan Prawiranata.

Iwan mengatakan BLBI yang diterima BDNI disebut dialihkan ke anak perusahaannya. Jaksa KPK meminta konfirmasi Iwan terkait apa yang dilakukan BDNI sebagai penyimpangan.

"Saya hanya melihat laporan yang bulan Maret sampai Desember itu kalau tidak salah, ada pemberian ke grupnya sendiri pada tahun 1997," ujar Iwan saat bersaksi dalam sidang terdakwa Syafruddin Arsyad Tumenggung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (21/6/2018).


BLBI untuk BDNI sejatinya dialirkan untuk membantu permodalan lantaran bank itu dikategorikan tidak sehat. Namun, saat itu BDNI malah mengalirkan BLBI ke anak-anak perusahaannya. Jaksa menyebut BDNI menggunakan BLBI untuk menambah saldo debit dan membayar dana talangan pada kreditur untuk memenuhi kewajiban nasabah dari grup BDNI milik Sjamsul Nursalim itu sendiri.

"Pemberian kredit rupiah kepada grup terkait yang dananya digunakan untuk transaksi di pasar bank antarbank. Bentuk penyimpangannya seperti itu? Apa bapak mengetahui?" tanya jaksa.

"Dari laporan pengawas bank ada," kata Iwan.

Dalam perkara tersebut, Syafruddin yang merupakan mantan Ketua BPPN Syafruddin didakwa merugikan negara sebesar Rp 4,5 triliun terkait BLBI. Kerugian negara itu berkaitan dengan penerbitan SKL dari BPPN terhadap BDNI yang dimiliki pengusaha Sjamsul Nursalim.
(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed