DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 13:13 WIB

Rekor One Way di Arus Balik Lebaran, Sepanjang 294 Km

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Rekor One Way di Arus Balik Lebaran, Sepanjang 294 Km Penerapan one way di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Selasa (19/6/2018). Foto: Dok. Antara Foto
Jakarta - Polisi menerapkan sistem satu arah atau one way guna mengantisipasi kemacetan saat terjadinya arus balik. Tak tanggung-tanggung, sistem satu arah ini diterapkan hingga 294 kilometer menuju Jakarta.

Sistem one way mulai diterapkan polisi sejak Selasa sore, 19 Juni 2018. Mulanya one way hanya diterapkan dari Jalan Tol Palimanan, Jawa Barat, menuju Cawang, Jakarta, sejak pukul 15.00 WIB. Kemudian pada pukul 15.50 WIB, one way diperpanjang, dari Jalan Tol Brebes, Jawa Tengah.

Sistem satu arah kembali diperpanjang hingga dimulai dari ruas Jalan Tol Kertasari, Tegal, Jawa Tengah. Gerbang Tol Kertasari terdapat di Km 194, sehingga total jalur untuk sistem satu arah mencapai 294 kilometer.

Penerapan One Way Saat Lebaran sejak 2012

Sistem one way pada 2012 diberlakukan di jalur Puncak, Bogor, tepatnya pada 20 Agustus. Rekayasa lalu lintas di wilayah ini pun kerap dilakukan pada saat akhir pekan atau libur panjang jika lalu lintas padat.



Pada 3 Agustus 2013, one way juga diterapkan untuk mengurai kemacetan lalu lintas saat libur Lebaran. Saat itu sistem satu arah diberlakukan untuk mengurai kemacetan di Nagreg dan Limbangan. Adapun jalur yang ditutup adalah dari pertigaan Sasak Besi, Tasikmalaya. Kurang-lebih jaraknya 62-73 kilometer.

Sistem one way tak lagi diterapkan untuk mengurai lalu lintas di wilayah Nagreg, Jawa Barat, pada libur Lebaran 2015. Menurut Wadirlantas Polda Jabar saat itu, AKBP Prahoro Tri Wahyono, jalur Nagreg tak lagi sepadat tahun sebelumnya karena sudah ada Jalan Tol Cipali. Prahoro juga menyebut, pada 2014, sistem one way masih diterapkan di wilayah ini.

Masih pada 2015, titik kemacetan terlihat di jalur Puncak, Bogor. Sistem one way diberlakukan dari Cisarua, Bogor, yang menuju Jakarta. Lalu lintas menuju Puncak dari Jakarta pun ditutup.

Hari Lebaran kedua pada 2016 atau Kamis, 7 Juli 2016, kepadatan lalu lintas terjadi di jalur selatan menuju Jakarta. Polisi menerapkan sistem one way dari wilayah Tasikmalaya menuju Limbangan hingga Garut Kota, Jawa Barat.

Polres Bandung menerapkan sistem one way saat libur Lebaran pada 2017. Pemberlakuan sistem one way ini hanya situasional ketika lalu lintas padat dari perbatasan Garut hingga Pos Polisi Nagreg. Sistem one way juga hanya berlangsung sekitar 30 menit. Panjang one way kala itu sekitar 7 kilometer.

Antara Senang dan Kecewa atas One Way 294 Km

Penerapan one way panjang dari Jawa Tengah ke Jakarta tak melulu membuahkan tawa bahagia. Ada pula warga yang kecewa terhadap sistem ini karena kemudian terjebak macet di Jakarta.

Warga Cempaka Putih, Rifqi Kaswanto, bersyukur atas adanya one way di Jalan Tol Pejagan sampai Cikampek saat arus balik Lebaran. Ia hanya butuh waktu 9 jam sampai Jakarta.

Rifqi, yang balik dari Purbalingga ke Jakarta, berangkat pada Selasa (19/6) pukul 19.00 WIB. Ia sampai di Jakarta pada Rabu (20/6/2018) pukul 04.00 WIB. Rifqi juga bercerita pengalamannya saat Lebaran tahun lalu yang butuh 18 jam menempuh arah yang sama.

Selain itu, ada Handa Bagus Putra, yang merasakan manfaat sistem one way. Sebelumnya, dia dari Purwokerto menuju Pejagan lewat Bumiayu memakan waktu 8 jam. Namun memasuki Jalan Tol Pejagan, perjalanannya lancar hingga Kalibata, Jakarta Selatan, dengan waktu tempuh hanya sekitar 4,5 jam berkat sistem one way.

Sementara itu, pemberlakuan sistem satu arah atau one way ke arah Jakarta, di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek), menuai protes dari pengendara, salah satunya Rudi Mulyadi. Dia mengaku terjebak kemacetan selama 3 jam dalam perjalanan pulang ke Karawang, Jawa Barat.



"Saya dari Taman Safari menuju Karawang start 19 Juni 2018. Saya berangkat pukul 17.00 WIB dari Bogor, sampai pukul 02.22 WIB (Rabu, 20 Juni) baru sampai Cikarang, tepatnya pabrik Honda," kata Rudi kepada detikcom, Rabu (20/6).

Kemudian ada seorang warga bernama Danoe yang balik dari Semarang ke Jakarta setelah mudik Lebaran. Danoe mengeluhkan kurangnya sosialisasi one way di jalan tol.

Danoe pulang dari Semarang pada Selasa (19/6) pukul 08.30 WIB melalui jalan tol. Berniat masuk Gerbang Tol Krapyak, ternyata Danoe harus memutar ke arah Jatingaleh dan kemudian mengarah ke Jakarta.

"Mungkin tidak tahu, akhirnya contraflow tidak dimanfaatkan dengan maksimal karena kendaraan yang menggunakan jalur contraflow lebih sedikit. Kebanyakan pengemudi memilih jalur normal atau lajur sebelah kiri," ujar Danoe kepada detikcom, Rabu (20/6).



Saksikan juga video 'Arus Balik Mulai Meningkat, Contraflow hingga One Way Siap Dilakukan':

[Gambas:Video 20detik]


(bag/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed