Melihat Lahan Bakal Waduk Lebak Bulus yang Diadukan ke Anies

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Sabtu, 16 Jun 2018 17:25 WIB
Lokasi lahan yang direncanakan dibangun waduk Lebak Bulus (Foto: Marlinda Octavia Erwanti/detikcom)
Jakarta - Hari ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti halalbihalal bersama warga di Makam Wakaf Muslim, Cilandak, Jakarta Selatan. Warga sempat menyampaikan aspirasinya terkait proyek waduk Lebak Bulus yang masih tertunda.

Lantas, seperti apa lahan yang akan digunakan sebagai waduk tersebut?

detikcom menyambangi lahan yang terletak tak jauh dari area makam tempat halalbihalal tersebut, Sabtu (16/5/2018). Lahan itu rencananya dipergunakan sebagai waduk. Lahan itu terletak di RT 014 RW 004, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.


Lokasi lahan waduk ini ada di tengah permukiman (Foto: Marlinda Octavia Erwanti/detikcom)

Lokasi lahan waduk berada tepat di tengah permukiman RT 014. Untuk sampai ke tujuan, gang-gang kecil yang hanya cukup dilewati untuk satu orang dan cukup licin harus dilalui.

Begitu keluar dari gang, kawasan yang rencananya akan dibebaskan sebagai waduk terlihat. Sebuah papan bertuliskan 'Tanah Negara' juga tampak berdiri kokoh di sejumlah lahan.

Tak jauh dari itu, terlihat pagar besi jenis British Reinforced Concrete (BRC) mengelilingi sebidang tanah kosong. Lahan kosong itu terletak tepat di sebelah Masjid Darul Ihsan.

Di sekitar lahan, tampak juga berdiri gubuk-gubuk yang digunakan para pengepul sampah. Lahan masih berupa tanah lapang itu juga berada di belah aliran Sungai Grogol.


Marbot masjid, Mizan, mengatakan saat halalbihalal, warga sudah bersedia bila masjid itu dipindahkan. Saat itu, pemimpin masjid, Haji Mansyur memang mengungkapkan kesediaan warga soal pemindahan masjid demi pengerjaan proyek waduk.

"Iya ini masjid yang tadi dimaksud Haji Mansyur," katanya.

Jalan untuk sampai ke tujuan (Foto: Marlinda Octavia Erwanti/detikcom)

Mizan mengaku wacana pembangunan waduk Lebak Bulus memang sudah kerap didengarnya. Namun, hingga saat ini pembangunan tak kunjung dimulai padahal dirinya telah berulang kali melihat pegawai Pemprov DKI meninjau lahan tersebut.

"Saya sering lihat dulu. Tapi setelah ganti Gubernur ini (Anies Baswedan) sudah tidak ada lagi (pegawai pemprov) yang menjenguk," kata pria yang telah menjadi marbot selama 12 tahun itu.


Hal itu dibenarkan Ketua RT 014 Ahmadi. Ahmadi mengatakan telah berulang kali pegawai Pemprov DKI meminta izin kepadanya saat ingin meninjau lahan yang hingga saat ini masih terkendala pembebasan lahan itu.

"(Iya) Dulu mah sering dateng. Minta izin waktu mau ninjau," ungkapnya.

Ditemui terpisah, Ketua RW 004 Mursyid mengatakan belum dimulainya proyek pembangunan waduk Lebak Bulus memang disebabkan masih terkendalanya pembebasan lahan. Saat ini, katanya, ada 1,5 hektare lahan yang masih belum dibebaskan.

"Itu kan sudah ada sekitar 1,5 hektare lahan yang dibebaskan dari rencana sekitar 3 hektar. Saya sudah bilang kenapa tidak dimanfaatkan saja lahan yang sudah ada. Kalaupun mau melakukan pembebasan lahan di sana tidak terlalu banyak warga yang tinggal. Kalau tidak dibangun lingkungan itu jadi kusut. Saya sudah pernah bilang ke Pak Anies," ujarnya.

Waduk ini sudah direncanakan sejak 2005Waduk ini sudah direncanakan sejak 2005 (Foto: Marlinda Octavia Erwanti/detikcom)


Mursyid menuturkan rencana pembangunan waduk ini bermula saat Jakarta mengalami banjir besar pada tahun 2005 yang juga berimbas pada kawasan tersebut. Kala itu, Jakarta masih dipimpin Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (Bang Yos).

"Dulu itu kayaknya karena banjir gede di sini, terus warga pada minta bikin waduk. Akhirnya mau dibikin deh tuh waduk," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, detikcom masih mencoba menghubungi dinas terkait yang dapat menjelaskan secara rinci terkait proyek pembangunan waduk Lebak Bulus. Terutama terkait kendala yang dialami yang mengakibatkan pembangunan waduk tertunda. (jbr/jbr)