DetikNews
Kamis 14 Juni 2018, 13:48 WIB

Jazirah Islam 2018

Pohon Antik Luban, Emasnya Kesultanan Oman

Nadila Fitria - detikNews
Pohon Antik Luban, Emasnya Kesultanan Oman Pohon luban. Foto: Hanggoro Mukti/Jazirah Islam TRANS 7
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2018
Jakarta - Dari gurun Wahiba di Sharqiya, tim Jazirah Islam melanjutkan perjalanan ke satu tempat ikonik, berlokasi di Qurroyat. Tujuan wisata favorit warga Muskat, serta turis asing.

Qurroyat, dikenal dengan sebutan Bimmah, sumur alami yang sangat cantik. Airnya yang kehijauan, sangat menyegarkan mata. Lebarnya 4 meter dan dalamnya 20 meter.

Mitos yang berkembang di masyarakat, bimmah terbentuk karena meteorit yang jatuh berabad yang lalu. Namun sebenarnya, bimmah terbentuk secara alami karena runtuhnya permukaan tanah, dan lama kelamaan terisi air.



Namun bagi masyarakat Oman, bimmah disebut dengan Hawiyat Nujm, yang berarti tempatnya bintang jatuh dan jadi destinasi wisata favorit warga setempat.

Dari Muskat, saya bergeser ke Salalah, kota paling selatan di Kesultanan Oman. Ibukota area Dhofar ini, punya tanah yang cukup subur untuk ditanam berbagai pohon tropis.

Ada satu pohon yang saya cari di sini, hidup di tanah kering dan tandus, dikenal juga sebagai emasnya Salalah. Pohon Luban alias frankincense, adalah pohon antik yang sudah ada sejak 500 tahun sebelum Masehi.

Cara membakar luban. Cara membakar luban. Foto: Hanggoro Mukti/Jazirah Islam TRANS 7


Bagi Khalid, 37, warga Salalah, dahulu ekstrak dari pohon luban biasa diambil oleh masyarakat. Getah yang menetes dari pohon berjenis Boswelia ini, dipanen ketika kering, lalu getah tersebut ditukar dengan makanan.

Pohon luban beradaptasi pada lingkungan keras dengan menggugurkan daunnya. Pantas saja, cukup sulit menemukan pohon ini di masa modern, terlebih setelah Oman menemukan minyak, yang lebih mahal dibanding luban.

Namun, luban kini masih digunakan untuk tujuan kesehatan, getah yang dikenal dengan nama frankincense ini, sangat masyhur di dunia sebagai obat kanker dan pernafasan. Luban mengandung saponin, flavonoid dan polifenol yang baik untuk tubuh.

Masyarakat Oman menggunakan luban dengan cara membakarnya. Hanya perlu 2 atau 3 butir saja untuk membakarnya dengan alat bakar khas Arab bernama bukhur. Biasanya, luban dibakar setiap pagi, seusai subuh, dan malam menjelang magrib.

Luban punya beberapa tingkat kualitas. Getah luban yang baru saja dipanen akan berwarna hijau terang transparan, dan bisa dikunyah menjadi permen karet alami.

Luban mengandung cortizon alami yang baik untuk perut. Semakin gelap warna getah luban, maka kualitasnya semakin rendah. Sudah jadi kebiasaan masyarakat Oman, membakar luban di dalam rumah setiap hari, aroma harumnya, bisa menghilangkan bau tak sedap di ruangan.

Mereka meyakini, membakar luban untuk menghindari setan masuk ke dalam rumah dan mengundang malaikat baik masuk ke dalam rumah. Luban juga biasa dibakar di masjid, sebelum shalawatan burdah dan sebagainya.

Selain dibakar dan dikunyah, Luban bisa digunakan dengan cara lain, yaitu diminum. Celupkan 3 atau 7 butir luban di air putih, lalu diamkan semalaman.

Persiapan minum luban. Persiapan minum luban. Foto: Hanggoro Mukti/Jazirah Islam TRANS 7


Minum pagi hari setelah bangun tidur dengan keadaan perut kosong. Nafas pun akan harum khas Luban.

Kota Salalah baru menanam kembali beberapa pohon luban yang sudah masuk ke daftar warisan UNESCO ini. Namun jangan khawatir, luban cukup mudah ditemukan di seluruh kota di Kesultanan Oman.



Harganya pun bervariasi, mulai 2 Rial Oman atau Rp 75 ribu hingga 50 Rial Oman atau Rp 1 juta per 100 gramnya. Kini luban juga bisa ditemukan dalam wujud minyak esensial sehingga mudah digunakan langsung pada tubuh.

Luban, bisa jadi buah tangan khas Oman yang istimewa, karena pohonnya hanya bisa tumbuh di Oman, Yaman dan Somalia.

Belajar cara minum luban. Belajar cara minum luban. Foto: Hanggoro Mukti/Jazirah Islam TRANS 7


Alhamdulillah, begitu banyak keramahan yang saya terima, selama berada di Kesultanan Oman. Saya juga telah mengecap berbagai tradisi dan budaya Islami dari negeri di Semenanjung Arabia ini.


Saksikan perjalanan menjelajahi Oman dalam Jazirah Islam, Kamis 14 Juni 2018 pukul 15:00 di TRANS 7
(rns/rns)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed