Ma'ruf Amin: NU Tak Mendukung Langkah Yahya Staquf ke Israel

Zunita Amalia Putri - detikNews
Selasa, 12 Jun 2018 15:58 WIB
KH Ma'ruf Amin (Zunita/detikcom)
Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin menyatakan kunjungan Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf ke Israel adalah urusan pribadi. Ma'ruf meminta agar kunjungan itu tidak dikaitkan dengan NU dan MUI.

"Pertama, MUI konsisten membela Palestina dan kita dukung pemerintah yang bela Palestina dan mendukung semua negara yang menyatakan Ibu Kota Yerusalem sebagai ibu kota Palestina. Masalah Yahya Cholil itu nggak ada kaitannya dengan MUI. Jangankan dengan MUI, dari PBNU saja tidak. Karena itu, kita tidak memberikan mendukung apa yang dilakukan Yahya," tegas Ma'ruf kepada wartawan di kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (12/6/2018).



Ia mengatakan Yahya berdiri di sana dengan tanggung jawab sendiri. Nantinya, ia juga akan melihat upaya yang dilakukan Yahya dengan menghadiri diskusi tersebut apakah membuahkan hasil atau tidak untuk perdamaian Palestina.

"Itu inisiatif sendiri dan tanggung jawab sendiri. Nanti kan seberapa jauh itu mempunyai pengaruh terhadap langkah-langkah Kemlu, apakah itu memperlancar upaya-upaya Kemlu dalam rangka mengupayakan perdamaian dengan tetap menjaga agar Palestina menjadi negara yang merdeka dan berdaulat atau justru mengganggu, nanti akan dilihat. Tetapi sebenarnya diplomasi yang kita inginkan tetap melalui Kemlu secara resmi," kata Ma'aruf.



Sebelumnya, Yahya memberikan penjelasan mengenai kehadirannya dalam diskusi tersebut.

"Saya berdiri di sini untuk Palestina. Saya berdiri di sini atas dasar bahwa kita semua harus menghormati kedaulatan Palestina sebagai negara merdeka," kata Yahya setelah menjadi pembicara dalam forum yang diprakarsai American Jewish Committee (AJC) di Israel itu sebagaimana dilansir NU Online, Senin (11/6).

Diketahui, Yahya berbicara di Israel pada Minggu (10/6) waktu setempat. Dia telah menjadi pembicara dalam diskusi yang moderatornya Direktur Forum Global AJC Rabi David Rosen. Acara itu dihadiri 2.400 orang. (rvk/rvk)