Mereka akan siaga di Posko Pengendalian Karhutla yang berada di pusat maupun di 33 daerah operasional (daops) Manggala Agni.
"Petugas Posko yang telah ditetapkan untuk piket akan tetap bekerja selama masa liburan. Aktivitas posko akan terus berjalan melakukan pemantauan titik panas (hotspot), monitoring kondisi cuaca, ISPU, kabut asap, intensitas curah hujan, serta memantau terus aktivitas laporan Manggala Agni di lapangan," kata Direktur Pengendalian Karhutla KLHK, Raffles B. Panjaitan dalam keterangan tertulis, Selasa (12/6/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raffles mengatakan bulan Juni merupakan mulainya musim kemarau yang artinya potensi karhutla dapat meningkat terutama di wilayah-wilayah rawan. Untuk itu, kesiapsiagaan personel Manggala Agni terus ditingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla.
Manggala Agni akan segera merespon setiap kejadian karhutla di lapangan, untuk segera dilakukan tindakan pemadaman. Dalam hal ini, Manggala Agni memanfaatkan masa Lebaran untuk mensosialisasikan masyarakat untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait.
Hasil pantauan hostpot dari Posko Pusat Pengendalian Karhutla KLHK akan segera ditindaklanjuti, dengan dilakukan pengecekan lapangan (groundchek) untuk memastikan terjadinya kebakaran atau tidak.
Selain itu, di daerah rawan akan terus dilakukan patroli. Hal ini dilakukan untuk terus menekan terjadinya potensi kebakaran yang luas dan berdampak asap.
Posko Pusat Pengendalian Karhutla KLHK melaporkan, pada Minggu (10/6/2018) pukul 20.00 WIB, berdasarkan pantauan satelit NOAA terpantau dua titik hotspot masing-masing di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.
Sementara berdasarkan satelit TERRA AQUA terpantau delapan hotspot, lima titik di Lampung dan tiga titik di Jawa Timur. (mul/mpr)











































