Pemkot Sangkal Ada Kasus Flu Burung di Medan
Rabu, 20 Jul 2005 15:06 WIB
Medan - Pemerintah Kota Medan membantah sinyalemen tentang adanya kasus flu burung di ibukota Sumatera Utara ini. Menurut Kepala Dinas Peternakan Medan Eka RYD, benar atau tidaknya Medan telah terjangkit virus flu burung harus dibuktikan secara klinis."Kita terus melakukan pengawasan. Frekuensi pemantauan di pasar-pasar tradisional yang selama ini dua kali seminggu, terus ditingkatkan guna mengantisipasi kemungkinan merebaknya virus ini. Namun sejauh ini, kita tidak mendapati satu kasus pun," kata Eka RYD, Rabu (20/7/2005).Kepala Dinas Eka RYD yang berbicara kepada wartawan di Kantor DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, usai melakukan pertemuan dengan Komisi C DPRD Medan dengan topik flu burung. Eka menekankan, upaya penanggulangan atau proteksi dini selalu dilakukan sejak kasus flu burung merebak tahun 2003 lalu.Sebelumnya Sekretaris Jenderal Gabungan Asosiasi Perunggasan Sumatera Utara (GAPSU) Drs Djoko Sugiarno kepada wartawan menyatakan, ada 7 kecamatan pada 7 kabupaten dan kota di Sumut yang telah terjangkit fluburung.Di Medan, penyakit ini berjangkit di Kecamatan Medan Selayang, sedangkan selebihnya di Kecamatan Ujung Padang di Kabupaten Simalungun, Kecamatan Rambutan di Kota Tebing Tinggi, Kecamatan Lubuk Pakam di Kabupaten Deli Serdang, Pantai Cermin, di Kabupaten Serdang Bedagai, Kecamatan Tarutung di Kabupaten Tapanuli Utara, Sidikalang di Kabupaten Dairi."Kita sedang melakukan pengecekan lanjut untuk menindaklanjuti masalah ini. Tetapi sekali lagi, harus ada uji klinis laboratorium untuk menyatakan apakah ada flu burung di suatu daerah atau tidak," kata Eka RYD.Dijelaskan juga, di Medan hanya ada satu peternakan, yakni di Kecamatan Medan Marelan. Sedangkan unggas yang ada di pasar tradisional di Medan umumnya didatangkan dari luar daerah.Eka mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Warga dapat terus mengkonsumsi ayam dan unggas lainnya, namun untuk memastikan virus itu telah mati, daging harus dimasak hingga 100 derajat celcius. Sedangkan telur unggas, harus dimasak hingga 60 derajat celcius.
(nrl/)











































