Padahal, korban Hanna (62) dan Ratajang (43) masih merupakan saudari kandung pelaku. Rumah ketiganya pun saling berdekatan.
Entah setan apa yang merasuki jiwa pelaku yang tiba-tiba mendatangi rumah keduanya dan langsung menganiaya korban dengan sadis. Hanna tewas di tempat, di dalam rumahnya. Sedangkan Ratajang segera dilarikan kerumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muh Amin (44) yang merupakan staf kantor desa setempat tak luput dari serangan saat melintas di depan rumah pelaku usai menganiaya 2 korban sebelumnya. Korban terjatuh dari atas motornya usai ditebas pelaku. Sempat berusaha melarikan diri, namun gagal, hingga korban akhirnya meregang nyawa di tepi jalan berlumpur.
Ketiga korban menderita sejumlah luka serius di sekujur tubuhnya. Pelaku berhasil dibekuk petugas Kepolisian di halaman rumahnya, tidak jauh dari lokasi korban Muh Amin terkapar.
"Saat kami datang, saya suruh dia keluar dari dalam rumah. Tanpa perlawanan, dan saya suruh jongkok dia jongkok, kemudian langsung kami amankan ke Kantor Polsek Cina. 3 Orang korbannya, 2 meninggal di tempat" terang Aiptu Martan petugas Babinkamtibmas wilayah tersebut.
Setelah berhasil mengamankan pelaku, petugas pun berhasil menemukan barang bukti yang digunakan pelaku untuk membunuh.
"Parang ini saya dapat di dalam rumahnya, bersih, sudah diasah, tidak ada lagi bekas darah," tambah Martan kemudian seraya memperlihatkan parang tersebut.
Evakuasi korban berlangsung dramatis. Ratusan warga nampak memadati lokasi kejadian. Suasana duka nampak diraut wajah keluarga korban.
2 korban tewas dibawa ambulance RSUD Tenriwaru Bone guna dilakukan proses otopsi. Sementara korban kritis yang dilarikan sebelumnya masih dalam kondisi koma di rumah sakit. (asp/asp)











































