DetikNews
Minggu 10 Juni 2018, 12:04 WIB

Kisah Soeharto di Lapangan Golf, Kesaksian Bob Hasan

Aryo Bhawono - detikNews
Kisah Soeharto di Lapangan Golf, Kesaksian Bob Hasan Bob Hasan (T-Shirt hitam), Pangeran Bernard dari Belanda, dan Soeharto saat rehat bermain golf, 1970. (Foto: Repro buku, Mengapa Saya Sehat
Jakarta -

Selain olah raga tenis dan memancing, Soeharto juga dikenal gemar bermain golf. Olah raga yang satu ini sudah mulai dikenalnya sejak Presiden Sukarno masih berkuasa. Pengusaha Bob Hasan adalah salah seorang yang memperkenalkan sekaligus selalu menemani Soeharto bermain golf.

"Pak Harto ndak mau main golf sama orang lain, sama saya saja. Karena kalau sama pejabat ngomongnya soal pemerintahan lagi," kata Bob saat berbincang dengan detik.com di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Jumat (8/6/2018).

Hal itu tak mengherankan sebab persahabatan Bob Hasan dan Soeharto sudah terjalin sejak era 1950-an. Maklum, Bob adalah anak angkat mantan Wakil KSAD Jenderal Gatot Subroto, atasan Soeharto. Tak heran bila Bob menjadi salah seorang pengusaha dan sahabat dekat yang paling didengar nasihatnya oleh Soeharto.

Selama bermain golf, Bob mengaku suka mengungkapkan berbagai hal termasuk kritik terhadap para menteri. "Saya ngomong saja menteri ini-itu bego," ujarnya. Meski Soeharto tak pernah langsung bereaksi, dia tahu apa yang disampaikan biasanya ditindaklanjuti.

Suatu saat, Bob mengaku mendapat kabar dari seorang ajudan bahwa menteri yang dibicarakan di lapangan golf dipanggil Soeharto untuk dinasehari.

Bob dan Soeharto sama-sama belajar golf dari nol. Permainan ini sebenarnya mulai menjadi kebiasaan ketika keduanya masih muda pada era Orde Lama.

Kala itu Jenderal Ahmad Yani baru pulang menempuh pendidikan di Fort Levenworth, Amerika Serikat. Bob, yang biasa bermain tenis diajak untuk mendalami golf.

"Wis ora usah main tenis maneh. Saiki melu aku wae, main sing rada kelas atas. Main golf wae saiki (Sudah, tidak usah main tenis lagi. Sekarang ikut saya saja, main yang agak kelas atas. Sekarang main golf saja)," tulis Bob dalam bukunya Mengapa Saya Sehat.

Perkara main golf ini bukan hal sepele. Satu-satunya lapangan golf ada di Rawamangun dan memiliki seleksi ketat. Kala itu Jakarta Golf Club dikuasai oleh pengurus dari Belanda dan Inggris. Bob dan Yani mengikuti tes dan tak lolos.

Karena jengkel, Yani-pun memberi perintah kepada Bob untuk mengusir orang-orang itu dari kepengurusan. Upaya ini berhasil dan Bob menempatkan Laksamana Soebiakto menjadi ketua pengurus.

Celakanya kehadiran pengurus ini justru membuat pegawai tak disiplin. Mereka hanya memakai sandal jepit ketika menyambut tamu. Hal ini membuat Bob marah dan menyuruh mereka memakai sepatu lagi ketika bekerja.

"Memang kurang ajar, kalau sama orang Belanda pakai sepatu sama orang Indonesia pakai sandal jepit. Memang klub itu dulu eksklusif sekali ketika ditangani orang Belanda dan Inggris. Bisa dibilang, anjing dan orang Indonesia dilarang masuk," kenang Bob.

Soeharto termasuk orang yang diajak belajar main golf. Mereka mengandalkan caddy untuk membantu latihan.

Pelan-pelan Bob-pun mulai mencintai olah raga golf ini. Ia mengembangkan olah raga ini dan membuka lapangan golf Matoa di Ciganjur, Jakarta Selatan. "Olah raga ini sebenarnya bagus karena kita jalan pagi-pagi dan menghirup udara segar dan embun," jelas Bob.




Tonton juga 'Kisah Pak Harto, Cerutu, dan Gitar':

[Gambas:Video 20detik]


(jat/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed