DetikNews
Jumat 08 Juni 2018, 18:16 WIB

Hadiri Acara Lazismu, Moeldoko Bicara Jihad hingga Ekonomi Umat

Zunita Amalia Putri - detikNews
Hadiri Acara Lazismu, Moeldoko Bicara Jihad hingga Ekonomi Umat Foto: KSP Moeldoko di acara Lazismu (Zunita-detikcom)
Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan arti jihad sesungguhnya di hadapan tamu undangan lazismu. Ia menjelaskan jihad sesungguhnya adalah jihad yang menghidupkan bukan yang mematikan.

Hal ini dikatakannya di acara 'Tebar Kado Ramadhan dan Mudikmu Aman Lazismu' di Kantor Pusat Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (7/6/2018).

"Hadirin sekalian jihad dalam makna sesungguhnya seperti ini, yaitu jihad itu menghidupkan bukan mematikan, ada salah kaprah jihad tapi mematikan yang mati banyak juga orang islam jadi sebenarnya apa yang dicari?Jihad dalam makna sesungguhnya itu adalah menghidupkan, gimana orang berdaya seperti kita ini memberdayakan orang yangg kurang berdaya dan kita bisa menghidupi orang lain," kata Moeldoko saat memberi sambutan.



"Kita bisa tingkatkan pendidikan anak-anak kita yang saat ini sulit di daerah kita buka akses jalan agar mereka bisa terjadi akulturasi yang sangat baik itulah memaknai lazismu adalah sebuah pelopor yang memaknai jihad sesungguhnya," sambungnya.

Ia juga berbicara mengenai pengalamannya sewaktu menjadi Komandan Korem (Komando Resor Militer) di Bone yang memberikan bantuan kepada sekolah yang rusak. Saat itu, ia memperbaiki sekolah yang rusak dalam waktu satu setengah bulan.

"Di mana-mana waktu saya jadi Panglima juga gitu dan Komandan Korem di Bone. Saya lihat sekolah itu mau ambruk saya sampaikan kepada Bupati, Bupati kita sudah merdeka sekian tahun kok masih ada kaya gini. Saya bilang boleh nggak kalau dibongkar? Dia jawab nggak boleh. Akhirnya saya bilang saya nggak perlu dana kamu daripada nanti terjadi kecelakaan saya bongkar. Akhirnya dalam satu setengah bulan selesai tuh sekolahan dan Bupati yang meresmikan, baru kapok hehe," ungkapnya.



Selain berbicara mengenai arti jihad Moeldoko juga memaparkan program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo yaitu memperkuat ekonomi keumatan dengan membuat mikro wakaf di lingkungan pesantren di seluruh Indonesia.

"Memang yang dilakukan pemerintah saat ini bagaimana memperkuat ekonomi umat, diantaranya Presiden membuat bank mikro wakaf di pesantren sehingga bank ini bisa berpengaruh positif khususnya di lingkungan tersebut dan banyak lagi kegiatan yang dilakukan untuk menggerakkan ekonlmi umat, untuk itu saya mewakili pemerintah terima kasih karena lazismu ikut kontribusi dalam menggerakkan masyarakat," imbuh dia.

Dalam acara ini Lazismu selaku penyelenggara acara mengadakan 81 posko mudik diseluruh titik yang tersebar di Indonesia untuk Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Posko diselenggarakan dengan kerjasama dengan Pemuda Muhammadiyah yang sifatnya memberi pelayanan kesehatan terutama lansia dan penyandang disabilitas.

Selain itu, lazismu juga melakukan pendistribusian kado Ramadan di 45 titik yang tersebar di beberapa provinsi, dengan penerima manfaat 85.605 jiwa melalui program kado ramadhan, lazismu menyediakan paket sembako 10.972, kado special 242, paket takjil 67.887, paket school kit 2.182, paket back to masjid 283 dan paket THR sebanyak 2.870.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed