Polisi Bantah Setujui Tunda Pembukaan Jatibaru karena Sky Bridge

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 07 Jun 2018 10:17 WIB
Ilustrasi Jalan Jatibaru, Tanah Abang/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah menyatakan polisi telah setuju Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tidak dibuka dulu karena pembangunan sky bridge. Polisi membantah pernyataan Andri.

"Belum, belum ada rapat koordinasi dengan tentang itu," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf kepada detikcom, Kamis (7/6/2018).

Yusuf mengatakan belum ada rapat koordinasi terkait belum bisa dibukanya Jalan Jatibaru. Menurut Yusuf, Dishub baru sebatas membuka obrolan biasa, bukan rapat formal.

"Jadi itu dari ini saja, hanya omong-omong saja dan saya masih belum respons soal itu. Bukan rapat formal, belum ada rapat formal. Kalau omong-omong kan belum jadi kesepakatan, belum," ujar dia.

Dia juga menjelaskan sikap polisi terkait penataan kawasan Tanah Abang sudah tertuang dalam enam rekomendasi yang telah diserahkan kepada Pemprov DKI. Selain itu, Yusuf menyebut sejauh ini belum ada undangan rapat koordinasi soal Tanah Abang sebab pihaknya masih fokus pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2018.


"Iya soal enam rekomendasi (sikap polisi)," imbuhnya.

Sebelumnya, Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah menyebut pihaknya sudah bertemu dengan jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya. Andri menyebut polisi setuju Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tidak dibuka dulu karena pembangunan sky bridge.

"Dirlantas setuju," kata Andri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (5/6).

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno sebelumnya menyampaikan Pemprov DKI Jakarta belum bisa menjalankan rekomendasi Ombudsman DKI yang meminta Jl Jatibaru Raya depan Stasiun Tanah Abang dibuka kembali. Alasannya karena proyek pembangunan sky bridge akan berlangsung di kawasan tersebut.

"Karena di atasnya akan ada pekerjaan. Sangat berbahaya mobil lewat, sementara di atasnya ada pekerjaan, nanti ada yang jatuh. Dari segi keselamatan berbahaya," kata Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (4/6).

Sandiaga menuturkan proyek pembangunan sky bridge diprediksi memakan waktu sekitar 2-3 bulan. Proyek akan berlangsung setelah Lebaran tahun ini.

(knv/mei)