Polres Jakpus Larang SOTR di Monas dan Bundaran HI

Sahaya Annisa - detikNews
Senin, 04 Jun 2018 20:16 WIB
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu Foto: Samsdhuha Wildansyah/detikcom
Jakarta - Polres Metro Jakarta Pusat melarang sahur on the road (SOTR) di kawasan Monas dan Bundaran HI. Polisi akan melakukan penyekatan agar gerombolan SOTR tidak memasuki kawasan Jakarta Pusat.

"SOTR bernilai negatif, itu saya mengimbau kepada masyarakat di luar Jakarta Pusat untuk tidak melakukan SOTR yang masuk ke daerah-daerah Jakpus seperti Monas, kita akan melakukan penyekatan dan akan melakukan imbauan untuk tidak masuk ke Monas dan Bundaran HI," jelas Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu kepada wartawan di Pos Polisi Medan Timur, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (4/6/2018).

Ia menekankan, pihaknya akan membubarkan gerombolan SOTR yang mencoba-coba masuk ke wilayah Jakarta Pusat.


"Tolong itu disadari, dimengerti kalau pun jauh-jauh dari pinggiran Jakarta seperti Depok, Tangerang, Bekasi yang masuk ke Jakarta itu kita akan lakukan penyekatan dan imbauan," jelasnya.

Roma juga mengimbau kepada jajaran polisi lainnya untuk sama-sama melakukan penyekatan di wilayahnya masing-masing. Sehingga, rombongan SOTR tidak keluar dari wilayahnya masing-masing.

"Makanya saya berharap itu Bekasi, Tangerang, Depok harus juga melakukan penyekatan," katanya.


Ia menambahkan, selain pihak kepolisian, Pemprov DKI Jakarta juga melarang kegiatan SOTR. Masyarakat disarankan untuk melaksanakan sahur di rumah masing-masing.

"Karena Pemprov DKI sudah jelas menyampaikan surat edaran tidak ada SOTR," tuturnya.

SOTR saat ini lebih banyak diisi kegiatan negatif seperti tawuran dan vandalisme. Di wilayah Gambir, Jakarta Pusat sendiri, polisi mengamankan dua pemuda yang membawa senjata tajam saat kegiatan SOTR.

Roma mengatakan, kedua pemuda tersebut membawa celurit untuk mencari sasaran secara acak.

"Tidak ada (janjian), makanya SOTR saya imbau nggak usah. Sahur saja di rumah masing-masing, takutnya menjadi korban random tadi," ujarnya. (mei/hri)