Mengukur Kedekatan Gatot dengan SBY dari Gestur Cium Tangan

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Senin, 04 Jun 2018 17:10 WIB
Foto: Gatot Nurmantyo Mencium Tangan SBY (Istimewa)
Jakarta - Gestur mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mencium tangan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) rupanya menyiratkan banyak arti. Intensitas hubungan antara Gatot dengan SBY pun dapat diukur.

"Dalam konteks foto yang ter-capture memang terlihat kedekatan, namun karena alasan profesional atau kedekatan pribadi perlu ditunjang beberapa foto dalam konteks berbeda," kata pakar gestur dari Paul Ekman International Indonesia, Monica Kumalasari saat berbincang dengan detikcom, Senin (4/6/2018).



Gatot mencium tangan SBY saat keduanya menghadiri acara buka puasa bersama di kediaman mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung (CT). Tak banyak foto Gatot mencium tangan SBY yang tersebar karena itu merupakan acara internal.

Dari foto yang tersebar, Gatot terlihat mencium tangan SBY dengan bibirnya. Kedua tangan Gatot pun menggenggam tangan kanan SBY. Sementara itu SBY menepuk pundak Gatot dengan tangan kirinya.

Menurut Monica, jika ada video momen tersebut maka analisisnya bisa lebih mendalam. Dia lalu membandingkan dengan foto saat SBY yang merupakan Presiden ke-6 RI itu melantik Gatot jadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada Juli 2014 lalu.

Mengukur Kedekatan Gatot dengan SBY dari Gestur Cium TanganSBY usai melantik Gatot sebagai KSAD pada Juli 2014 lalu. Foto: Biro Pers Setpres


"Ini dalam konteks resmi tetap menunjukkan kedekatan keduanya, ditunjang oleh facial expression dengan emosi yang mendukung kedekatan tersebut," ungkap Monica.

Usai melantik Gatot di Istana pada Juli 2014 lalu, tangan kiri SBY memegang lengan Gatot. Tetapi menurut Monica, kedekatan keduanya bukan dilihat dari gestur itu.

"Itu political shakehand namanya, itu biasa digunakan para politikus. Yang saya baca dari ekspresi wajah," tutur Monica.

Kembali ke foto Gatot mencium tangan SBY, Monica juga menganalisis dalam konteks makro dan mikro ekspresi. Bagi Monica, jelang Pilpres 2019 segala hal jadi peluang untuk dibaca dalam konteks makro ataupun mikro.

"Secara makro yang ditunjukkan adalah gestur bersalaman antara GN dan SBY. Hal ini bisa dibaca sebagai hal yang lumrah mengingat keduanya berasal dari kesatuan yang sama. Respek pada senior adalah hal yang dijunjung tinggi oleh junior dalam organisasi TNI. Bersamaan dengan bulan Ramadan--bila inipun dianggap sebagai hal yang tidak biasanya--maka kali ini boleh dianggap sebagai hal yang lumrah," papar Monica.

Masih dalam konteks makro, gestur Gatot mencium tangan SBY juga menimbulkan kesan bahwa Gatot siap dipinang oleh partai politik pimpinan SBY. Gatot pun terlihat siap bila diberi syarat atau kontrak tertentu baik jangka panjang maupun pendek.

Secara dominan, kata Monica, Gatot tampak seperti meminta izin kepada SBY. Sementara di sisi lain, ini juga menampilkan keluwesan hubungan antara 2 orang berlatar militer.

"Apa yang ter-capture secara mikro ekspresi yang sangat jelas tampak adalah ekspresi SBY. Senyum ketulusan kongruen dengan gerakan tangan menepuk-nepuk pundak GN. Ini boleh diartikan sebagai sebuah persetujuan akan apa yang ada di benak masing-masing. Dalam konteks di luar ini, kita jarang melihat senyum seperti ini ditampilkan oleh SBY," kata Monica. (bag/imk)