Tawuran dan Vandalisme di SOTR, Anies: Polisi akan Tindak Tegas

Indra Komara - detikNews
Senin, 04 Jun 2018 10:10 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis dan Gubernur DKI Anies Baswedan. (Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi langkah polisi yang sudah bekerja keras mengantisipasi tawuran saat kegiatan sahur on the road (SOTR). Anies menegaskan pihak kepolisian akan bertindak tegas jika ada aksi meresahkan dan aksi vandalisme saat SOTR.

"Alhamdulillah saya sudah bicara dengan Pak Kapolda, kami apresiasi sekali bahwa kepolisian akan melakukan tindakan tegas dan mereka mereka semua yang melakukan vandalisme tidak akan dibiarkan tak mendapat sanksi," kata Anies di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2018).



Anies juga mengatakan sudah menyampaikan aksi perusakan yang dilakukan peserta SOTR. Polisi, kata Anies, akan segara menghalau aksi saat SOTR yang meresahkan dan merusak fasilitas umum.

"Kita juga melaporkan perusakan fasilitas publik. Tadi saya bicara juga sama Pak Kapolda dan Pak Kapolda menceritakan semua petugas kepolisian akan siap berjaga akan menghalau menghentikan dan bila ada masalah laporkan, kepolisian akan bertindak," tuturnya.



Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta masyarakat mengubah kegiatan sahur on the road (SOTR) menjadi sahur in the masjid (SITM). Pemprov DKI menyatakan siap menjalankan wacana Sandiaga.

"Kita mendukung. Semua niat baik pasti kita dukung. Nggak cuma saya, pasti banyak orang yang mendukung rencana menjadikan kegiatan sahur lebih fokus di masjid," kata Kepala Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta Hendra Hidayat saat dihubungi, Minggu (3/6).



Hendra mengatakan, saat masih menjadi camat, ia pernah menggabungkan kegiatan sahur dengan kegiatan di masjid. Menurutnya, hal itu akan lebih menambah manfaat ibadah di bulan Ramadan.

Hendra juga menyayangkan terjadinya tawuran atau penyiraman air keras yang terjadi pada Minggu (3/6) dini hari kemarin. Dia berharap masyarakat mengurangi kegiatan di jalan dan memindahkan pusat kegiatan di masjid.



"Kegiatan di jalanan itu harus diminimalisir. Kadang kalau sudah ramai-ramai, kita euforia, merasa ramai sehingga tak terkontrol. Kalau sudah begitu, ketemu kelompok lain malah saling ejek akhirnya bentrok," tuturnya.

"Air keras itu luar biasa ya. Apalagi korbannya tidak tahu apa-apa, tiba-tiba disiram. Ke depan, mudah-mudahan yang kayak gini bisa kita imbau ke masyarakat," sambung Hendra.


Video tentang Keterlaluan! Underpass Mampang Dicorat-Coret Peserta SOTR (idn/dnu)