Polri Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Cegah Ekses SOTR

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 04 Jun 2018 08:38 WIB
Ilustrasi sahur on the road (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Polri akan berusaha mencegah kegiatan sahur on the road (SOTR) semakin marak dan menimbulkan ekses di masyarakat. Polri menyatakan akan tegas menindak peserta SOTR yang menimbulkan gangguan keamanan seperti tawuran.

"Polisi dalam hal ini jelas tak ada pandang bulu dalam tawuran. Kita akan proses hukum," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal saat dihubungi detikcom, Minggu (3/6/2018) malam.

Iqbal mengatakan anggota Polri akan lebih banyak yang berada di lapangan dibandingkan hari di luar Ramadan. Hal ini untuk memastikan kehadiran aparat untuk meminimalisir pelanggaran hukum.


Namun, kata Iqbal, Polri membutuhkan peranan pihak lain untuk menangani maraknya SOTR. Perlu peranan pihak lain hingga termasuk dengan jajaran pengurus RT-RW. Iqbal mengatakan Polri juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan sebab banyak di antara peserta SOTR yang masih pelajar.

"Kita akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Saya minta seluruh jajaran Polri berkoordinasi. Yang tadi saya bilang wake up call itu. Jadi koordinasi dengan semua stakeholer termasuk RT-RW," ujar Iqbal.


Polisi juga akan memperketat pemberian izin bagi komunitas yang akan menggelar SOTR. Selain itu, setiap kegiatan yang diberikan izin mesti didampingi dan dipantau langsung pihak kepolisian.

"Kita memperketat izin. Kita lihat, itu dari komunitas mana. Kalau kita bisa jamin dari perkiraan intelijen, silakan. Itu pun harus dipantau oleh kepolisian," tutur Iqbal.


Sebelumnya, tawuran dan aksi vandalisme mewarnai sahur on the road (SOTR) pada Minggu (3/6) dini hari kemarin. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku Pemprov DKI sebelumnya telah mengimbau agar kegiatan SOTR di Jakarta tidak diperbolehkan.

"Di awal-awal kita udah bilang SOTR is not allowed, pemprov nggak mengizinkan, apalagi menganjurkan," kata Sandiaga, di Bekasi Timur, Jawa Barat, Minggu (3/6/2018).


Sandiaga mengatakan, pihaknya akan lebih tegas terhadap kegiatan SOTR ini. Dia ingin kegiatan konvoi di jalan berkurang.

"Selama masyrarakat kita belum disiplin kegiatan sahur, kita ganti jadi SITM, sahur in the mesjid, itu lebih berkah, mendorong dan ngumpul-ngumpul boleh di sana jangan in the road karena konvoi-konvoi itu bener aja kan mereka melakukan aksi vandalisme," kata Sandiaga. (jbr/yas)