"Semoga saja tidak menodai makna umrah dan tidak berkurang pahala umrahnya, karena sesuatu dimulai dari niat.
Niat awalnya umrah, tapi kemudian dilanjutkan silaturahmi politik ke tokoh-tokoh. Maka kemudian tidak bisa menyalahkan kalau publik menilainya sebagai umrah politik," kata Baidowi lewat pesan singkat, Jumat (1/6/2018).
Awiek, sapaan karibnya, menyebut tidak ada yang spesial dari pertemuan tokoh tersebut. Hanya, dia menyayangkan pertemuan membahas politik itu dilakukan di sela ibadah umrah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo menyampaikan bahwa tidak tertutup kemungkinan Rizieq Syihab akan bergabung dalam pertemuan antara Prabowo, Amien Rais, dan elite PKS. Dradjad juga menyebut ada ustaz 212 yang juga ikut umrah. Awiek mengaku tak khawatir jika ada pembahasan pilpres dalam pertemuan itu.
"Tak khawatir sama sekali karena elemen 212 dalam politik tidak tunggal dan sudah tersebar ke kelompok-kelompok sesuai habitatnya. 212 lahir dari gerakan sosial keagamaan makanya menjadi sebuah kekuatan besar yang massanya berasal dari berbagai elemen umat Islam. Namun ketika menjadi gerakan politik, maka 212 menyebar dan tidak tunggal," urainya. (ams/aan)











































