detikNews
Rabu 30 Mei 2018, 14:50 WIB

Senator Sulsel Ini Minta Menag Cabut Daftar Rekomendasi 200 Mubalig

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senator Sulsel Ini Minta Menag Cabut Daftar Rekomendasi 200 Mubalig Foto: Senator asal Sulsel AM Iqbal Parewangi. (Dok DPD RI)
Jakarta - Kementerian Agama membuat daftar rekomendasi penceramah (mubalig) yang saat ini berjumlah 200 nama. Anggota Komite III DPD RI AM Iqbal Parewangi meminta Menag Lukman Hakim Saifuddin agar mencabut daftar itu.

Hal itu disampaikan Iqbal saat rapat dengar pendapat bersama Menag di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5/2018). Salah satu hal yang dibahas dalam rapat itu adalah persoalan daftar 200 mubalig yang dirilis oleh Kemenag.

"Cabut saja deh. Saya usul konkret. Cabut aja deh. Pak menteri setelah minta maaf dan kemudian itu dicabut 200 itu. Saya yakin itu cukup bijak," kata Iqbal.


Kalaupun Kemenag enggan mencabut, Iqbal mengusulkan usulan alternatif. Usulan tersebut adalah agar Kemenag merilis minimal 400 ribu lebih daftar mubalig yang direkomendasikan.

"Sekalian saja rilisnya yang berhalam-halaman gitu," tutur senator asal Sulsel itu.

Iqbal juga meminta Kemenag untuk tidak mengestafetkan persoalan daftar mubaligh ini ke MUI. Dia menilai itu bukan solusi yang baik.

"Sudahlah pak menteri daripada dorong bola itu keluar ke kiai kita, guru kita, pak Kiai Ma'aruf bersama dengan guru-guru kita yang ada di MUI dan bola itu malah bisa-bisa jadi bonyok. Mending pak menteri ambil lagi bola itu dan dinyatakan ini batal demi kemaslahatan bangsa dan umat batalkan rilis 200 itu," ucap Iqbal.


Seperti diketahui, dirilisnya daftar mubaliq oleh Kemenag menimbulkan pro dan kontra. Dalam rapat dengar pendapat ini, Lukman menjelaskan latarbelakang dan alasan dibuatnya daftar rekomendasi 200 mubalig. Dia juga mengaku telah meneruskan persoalan daftar mubalig ini ke MUI untuk diverifikasi, diteliti, dan disikapi.

"Jadi kalau ada yang meminta kami untuk mencabut ya sulit karena ini bagaimana kami mencabut ini sudah ada di MUI. Jadi sudah tidak ada di kami lagi. Jadi sudah kami serahkan sepenuhnya ke MUI. MUI sekarang sedang menelaah mengkaji itu setau saya dengan orams-ormas Islam. Dan kita tunggu saja apa langkah yang akan dilakukan MUI ke depan. Jadi itulah penjelasan kami," jelas Lukman.
(elz/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed