Umat Hindu di Bali Sembahyang Hari Raya Galungan

Umat Hindu di Bali Sembahyang Hari Raya Galungan

Nandhang Risadhe Astika - detikNews
Rabu, 30 Mei 2018 11:26 WIB
Umat Hindu di Bali Sembahyang Hari Raya Galungan
Foto: Hari Raya Galungan (nandhang/detikcom)
Denpasar - Umat Hindu di Bali hari ini merayakan hari raya Galungan. Diperingati setiap 210 hari sekali. Hari raya Galungan juga satu rangkaian dengan hari raya Kuningan yang jatuh pada 10 hari setelahnya.

Bagi umat hindu, hari raya Galungan memiliki makna sebagai hari kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan).

Hari raya ini identik dengan penjor (bambu melengkung dihias dengan janur atau daun ental) yang dipasang di depan rumah warga. Tepatnya di sebelah kanan pintu gerbang. Penjor bermakna sebagai wujud syukur atas kemakmuran yang dilimpahkan oleh sang pencipta. Sehingga dalam penjor galungan ini juga dipasang berupa hasil bumi. Diantaranya adalah padi, kelapa, palawija dan sejumlah hasil bumi lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sembahyang di merajan (pura keluarga) lalu di pura khayangan yang ada di desa," kata Ni Luh Erawati, Rabu (30/5/2018).

Secara umum Era berharap semua menjadi lebih baik. Baik secara kehidupan keluarga menjadi harmonis dan tentunya alam semesta juga menjadi damai.

Di lokasi terpisah, ratusan umat hindu bergantian mengikuti persembahyabgan bersama di pura Jagadnatha Denpasar. Mereka mengikuti persembahyangan di pura ini setelah selesai melaksanakan persembahyangan di rumah masing-masing.

Selanjutnya, mereka meminta tirta atau air suci dan gelang tridatu dari pura Jagadnatha untuk selanjutnya digunakan untuk keperluan di rumah. "Setelah sembahyang tadi dapat gelang tridatu juga. Harapannya semoga damai, sehat selalu diberikan berkah," ujar Putu Saraswati. (asp/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads