Bagi umat hindu, hari raya Galungan memiliki makna sebagai hari kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan).
Hari raya ini identik dengan penjor (bambu melengkung dihias dengan janur atau daun ental) yang dipasang di depan rumah warga. Tepatnya di sebelah kanan pintu gerbang. Penjor bermakna sebagai wujud syukur atas kemakmuran yang dilimpahkan oleh sang pencipta. Sehingga dalam penjor galungan ini juga dipasang berupa hasil bumi. Diantaranya adalah padi, kelapa, palawija dan sejumlah hasil bumi lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum Era berharap semua menjadi lebih baik. Baik secara kehidupan keluarga menjadi harmonis dan tentunya alam semesta juga menjadi damai.
Di lokasi terpisah, ratusan umat hindu bergantian mengikuti persembahyabgan bersama di pura Jagadnatha Denpasar. Mereka mengikuti persembahyangan di pura ini setelah selesai melaksanakan persembahyangan di rumah masing-masing.
Selanjutnya, mereka meminta tirta atau air suci dan gelang tridatu dari pura Jagadnatha untuk selanjutnya digunakan untuk keperluan di rumah. "Setelah sembahyang tadi dapat gelang tridatu juga. Harapannya semoga damai, sehat selalu diberikan berkah," ujar Putu Saraswati. (asp/asp)











































