"Bukan (bagian dari ormas), nggak ada kaitan dengan ormas itu. Orang biasa saja itu," ujar Wakapolres Metro Bekasi AKBP Wijonarko saat dihubungi detikcom, Senin (28/5/2018).
Di sisi lain, Wijonarko menyebut GPKB Forendi juga sebenarnya tidak eksis. "Tidak ada itu, tidak ada ormas namanya GPKB Forendi," sambungnya.
Wijonarko mengatakan selebaran hoax itu telah tersebar viral di medis sosial sejak Jumat (25/5). Polisi bergerak cepat menelusuri informasi tersebut karena berpotensi menimbulkan perpecahan.
"Kita antisipasi karena dapat menimbulkan keresahan," ucapnya.
Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk menyelidiki kemungkinan penyebaran hoax ini dilakukan secara terorganisasi. Sedangkan polisi masih mengejar satu pelaku lainnya yang diduga membuat konten hoax tersebut.
"Iya, ini masih kita kembangkan terus," tuturnya.
Selebaran tersebut mengatasnamakan GPKB Forendi. Selebaran itu ditujukan kepada para ulama, ustaz, dan habib se-Kota Bekasi.
Isi selebaran tersebut bermotif provokatif. Dalam selebaran itu, tertulis ajakan menyerang para ulama di Kota Bekasi yang menentang Rahmat Effendi, calon Wali Kota Bekasi.











































