"Pemerintah boleh saja berdalih bahwa setumpuk barang bukti tersebut adalah KTP yang tidak bisa digunakan (rusak). Namun kami mencurigai, penemuan ini berpotensi mencederai proses demokrasi," ujar Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi kepada wartawan, Senin (28/5/2018).
Lokasi penemuan kepingan e-KTP itu berada di kawasan Salabenda, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Karena Jabar sedang menjalani serangkaian Pemilihan Bupati dan Pemilihan Gubernur, Gerindra Jabar mengeluarkan sikap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: e-KTP yang Tercecer di Bogor Dipotong |
Berikut 5 sikap Gerindra Jabar soal kepingan e-KTP rusak yang tercecer di Bogor, Jawa Barat:
1. Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Di saat masyarakat banyak yang belum mendapatkan e-KTP, ribuan KTP tidak jelas justru ditemukan tercecer di jalanan. Kenapa KTP Sumatera Selatan dibuat di Bogor? Kenapa bila setumpuk KTP itu invalid tidak langsung dimusnahkan tetapi malah dikumpulkan? Dalam mengurus KTP saja pemerintah seperti masih amatiran. KTP yang menjadi unsur penting terkesan dikelola secara asal-asalan.
2. Mendesak aparat kepolisian dan instansi terkait agar mengusut hingga tuntas apa yang sebenarnya terjadi dengan peristiwa ini. Jelaskan kepada publik siapa pihak yang paling bertanggungjawab atas kejadian ini. Jangan sampai kekhawatiran masyarakat tentang tudingan mafia identitas kependudukan dan upaya menuju kecurangan berujung menjadi kenyataan.
3. Kami sudah melakukan koordinasi dengan pengurus Partai Gerindra di tingkat pusat khususnya para anggota DPR RI Fraksi Gerindra, untuk meminta keterangan dan pertanggungjawaban dari Kemendagri dan instansi terkait lainnya. Jangan anggap remeh penemuan ini.
4. Saya sudah memerintahkan kepada seluruh pengurus, kader, organisasi sayap dan laskar Partai Gerindra di Jawa Barat agar lebih bersiaga mengantisipasi kecurangan jelang pemilihan kepala daerah, hingga nanti saat pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Jangan sampai ada kecurangan dan penggelembungan. Kita ingin berkompetisi secara sehat, tidak mencederai demokrasi dan tidak menabrak konstitusi.
5. Kami percaya dan meyakini bahwa kecurangan tidak akan pernah menang. Ketua Umum kami Bapak Prabowo Subianto sudah seringkali memberi pesan, agar seluruh kader Partai Gerindra senantiasa berjuang dengan jujur, terhormat dan tidak menghalalkan segala cara. Sing becik ketitik, sing olo ketoro.
(gbr/fdn)











































