detikNews
Senin 28 Mei 2018, 10:55 WIB

Polisi Imbau Pengusaha Lapor Jika Dipaksa Beri THR

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Imbau Pengusaha Lapor Jika Dipaksa Beri THR Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom
Jakarta - Menjelang lebaran ini, beredar permintaan tunjangan hari raya (THR) dari ormas Forum Betawi Rempug (FBR) ke pengusaha di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Bagaimana tanggapan polisi?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi, mengaku belum melihat surat yang beredar viral di media sosial itu.

"Belum lihat suratnya. Apakah salah?" kata Argo kepada detikcom, Senin (28/5/2018).

Argo berharap, tidak ada pemaksaan dalam permintaan THR tersebut. Jika ada, ia meminta pengusaha untuk tidak ragu melaporkan ke polisi.


"Mudah-mudahan tidak ada (yang meminta dengan paksan). Kalau ada yang memeras, ya laporkan," tuturnya.

Sebelumnya beredar di media sosial surat dengan kop surat FBR yang isinya permohonan pemberian tunjangan hari raya (THR). Dalam surat tersebut tertulis ditujukan kepada para pelaku usaha. Permohonan THR ini diajukan menjelang Fitri 1439 H.

Di medsos, surat permohonan yang beredar itu dikeluarkan oleh ormas yang sama. Satu surat ditujukan ke pengusaha di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Satu surat lagi ditujukan kepada pelaku usaha di daerah Kalideres, Jakarta Barat.

Forum Betawi Rempug (FBR) membantah organisasinya telah mengeluarkan surat meminta THR seperti yang viral di media sosial. Panglima FBR Jabodetabek Syarul Gozali menyebut hal tersebut hoax.

"Itu hoax. Enggak ada (perintah mengeluarkan surat). Dan tidak ada dari pihak manapun baik itu gardu untuk membuat surat (permintaan) THR," ucap Syahrul Gozali, saat dihubungi detikcom, Minggu (27/5/2018).




[Gambas:Video 20detik]


(mei/bpn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com