DetikNews
Sabtu 26 Mei 2018, 10:42 WIB

Eks Kepala BNPT: Ada Ajaran Terorisme yang Dijadikan Bahan Tausiah

Faiq Hidayat - detikNews
Eks Kepala BNPT: Ada Ajaran Terorisme yang Dijadikan Bahan Tausiah Diskusi 'Pemberantasan Terorisme' di Warung Daun, Cikini, Sabtu (26/5). (Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Eks Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan ajaran terkait terorisme sudah merambah ke lingkungan kita, bahkan ada yang dijadikan bahan tausiah oleh para penceramah di masjid. Padahal semestinya penanggulangan terorisme membutuhkan peran banyak pihak, termasuk penceramah.

"Celakanya, disadari atau tidak, ini (ajaran teroris) diangkat, dijadikan bahan tausiah atau orasi bagi para mubalig yang sebenarnya moderat. Sadar atau tidak, ajaran mereka adopsi dari ISIS. Ini seharusnya para ulama bisa bangkit bekerja sama dengan pemerintah dan Polri, TNI, serta intelijen untuk melawan ini," ujar Ansyaad Mbai saat diskusi bertema 'Pemberantasan Terorisme' di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (26/5/2018).


Ansyaad menjelaskan ajaran terorisme yang menjadi bahan tausiah bagi penceramah. Pertama ajaran tauhid versi teroris Aman Abdurrahman, kedua pembatalan keislaman yang sudah beredar di media sosial, dan ketiga ajaran thogut anshorut thogut.

"Keempat kafir demokrasi, jadi negara kita ini kafir menurut teroris. Kemudian pemahaman kafir, orang mengkafirkan orang lain, bom bunuh diri itu keistimewaan, mati 'syahid'. Ajaran ini merasuki para (pelaku) bom bunuh diri yang sekarang sedang merambah," jelasnya.


Meski begitu, Ansyaad menilai ajaran tersebut tidak sesuai dengan agama Islam. Menurutnya, orang yang melakukan bom bunuh diri sudah dicuci otaknya. Salah satu orang yang mencuci otak untuk melakukan bom bunuh diri sudah diadili, yaitu Aman Abdurrahman.

"Orang yang normal bisa berbuat nekat, brutal, dan bengis seperti itu karena otaknya dicuci. Nah, sebenarnya orang ini (mencuci otak) dikenai hukuman berat, siapa itu yang mencuci otak itu, salah satunya sedang diadili, Aman Abdurrahman," jelas Ansyaad.


Untuk mencegah hal itu, Ansyaad mengatakan perlunya operasi gabungan dari pihak Kemenag, ulama, Polri, BNPT, dan TNI. Menurutnya, terorisme harus ditindak tegas.

"Kalau kita seperti biasa dan normatif, tidak apple to apple. Ini ancaman harus diantisipasi bersama, ini harusnya operasi gabungan para ulama, pemerintah, Polri, TNI, dan sebagainya," ucap dia.
(fai/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed