DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 17:01 WIB

Ucapan Terimakasih Jokowi ke SBY Mengandung Sindiran?

Danu Damarjati - detikNews
Ucapan Terimakasih Jokowi ke SBY Mengandung Sindiran? Jokowi dan SBY (Anung/SBY Centre)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berterimakasih kepada Presiden SBY atas selesainya pembangunan Bandara Kertajati, Majalengka. Ada penilaian, sebenarnya ucapan terimakasih Jokowi itu mengandung sindiran. Benarkah?

Ucapan terima kasih Jokowi disampaikan via akun Instagram, Kamis (24/5/2018). Dalam ucapan terima kasih itu, ada kata 'satu dekade' sebagai keterangan durasi pengerjaan proyek ini sampai jadi.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Susilo Bambang Yudhoyono, Pak Ahmad Heryawan dan jajarannya, yang sudah mencanangkan sejak lebih dari satu dekade lalu," tulis Jokowi di akun Instagram-nya, Kamis (24/5/2018).



Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai kalimat Jokowi itu memang bisa dimaknai bermacam-macam. Pertama, kalimat Jokowi bisa dimaknai sebagai ucapan yang benar-benar tulus, lurus, tanpa tendensi ingin menyentil siapapun.

"Ungkapan terimakasih itu bisa memang merupakan ucapan terimakasih dan penghargaan karena ide membuat bandara yang jauh dari Bandung, in the middle of nowhere itu termasuk ide yang berani, dan Jokowi hanya melanjutkan saja," kata Djayadi.

Kedua, kalimat Jokowi bisa dimaknai sebagai satire versi halus. Artinya, proyek Bandara Kertajati ini tidak jadi-jadi selama satu dekade dan bisa diselesaikan oleh Jokowi dalam waktu beberapa tahun saja.



"Bisa juga itu satire, suatu sindiran bahwa membangun bandara kok memerlukan waktu yang demikian lama. Hanya dalam waktu tiga tahun, pemerintahan Jokowi bisa menuntaskannya," kata Djayadi.

Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menilai Jokowi bermaksud memberi tempat bagi rekan-rekan politik Partai Demokrat yang berada di belakang SBY. Selama ini politikus Demokrat dinilainya selalu menganggap Jokowi hanya meneruskan proyek Presiden SBY semasa menjabat. Sekalian, nama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga ikut disebut. Ini membikin suasana politik menjadi adem.

"Presiden Jokowi mengubah cara komunikasi dan berbagi kredit poin," kata Eva.



Lebih dari itu, proyek infrastruktur memang merupakan target dari Nawacita untuk membangun infrastruktur masif. "Termasuk pelabuhan dan bandara yang baru, multiyears, maupun yang mangkrak. Yang penting tersedia banyak dan berfungsi, bermanfaat untuk menggerakkan manusia dan modal," kata Eva.

Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto menilai proyek Bandara Kertapati merupakan bagian dari cetak biru Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Tentu pembangunan infrastruktur sebesar ini tak bisa diselesaikan dalam waktu yang sekejap. Dia tak berpandangan ada unsur satire dalam ucapan terima kasih Jokowi ke SBY.

"Pembangunan infrastruktur tidak bisa secara instan dibangun tanpa melalu kajian, perencanaan, pematangan, persiapan awal dan pelaksanaan. Bandara Kertapati ini perencanaannya sudah mulai disusun sejak 2011 melakui MP3EI. Hal yang benar apabila Jokowi menghaturkan terima kasih kepada SBY dan Heriyawan krn Presiden dan juga Gubernur menjadi bagian dan secara bersama merumuskan dan mengeksekusi pelaksanaan MP3EI," kata Didik.




Tonton juga 'Jokowi Kritik SBY, HNW: Lebih Baik Jokowi Realisasikan Janjinya':

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed