DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 15:13 WIB

Antara Kritik dan Ucapan Terima Kasih Jokowi ke SBY

Danu Damarjati - detikNews
Antara Kritik dan Ucapan Terima Kasih Jokowi ke SBY Presiden ke-7 RI Jokowi bersalaman dengan presiden ke-6 RI SBY. (ANTARA Foto)
Jakarta - Presiden Jokowi berterima kasih kepada SBY atas perannya dalam pembangunan Bandara Kertajati. Sikap ini diapresiasi oleh Partai Demokrat. Padahal sebelumnya, pernyataan Jokowi sempat dinilai mengkritik kebijakan SBY saat menjabat Presiden RI.

Ucapan Jokowi dalam 'Workshop Nasional Anggota DPRD PPP' di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5/2018), dinilai menyinggung kebijakan bahan bakar minyak (BBM) era SBY. Jokowi bicara bahwa dulu BBM disubsidi tapi harga BBM di Indonesia timur tak bisa setara dengan bagian Indonesia yang lainnya. Kini di era Jokowi, subsidi BBM tak sebesar dulu, tapi harga BBM di Indonesia timur relatif bisa setara.

"Dulu subsidi Rp 340 triliun, kenapa harga nggak bisa sama? Ada apa? Kenapa nggak ditanyakan? Sekarang subsidi sudah nggak ada untuk di BBM, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat," sambung Jokowi.



Sejurus kemudian, SBY bereaksi. Ada lima cuitan SBY via akun Twitter yang diunggahnya pada Selasa (15/5) malam. SBY menyinggung soal BBM.

"Pak Jokowi intinya mengkritik & menyalahkan kebijakan subsidi utk rakyat & kebijakan harga BBM, yg berlaku di era pemerintahan saya. *SBY*," cuit SBY lewat akun Twitter @SBYudhoyono.



"Tentu saya bisa jelaskan. Tapi tak perlu & tak baik di mata rakyat. Apalagi saat ini kita tengah menghadapi masalah keamanan, politik, & ekonomi. *SBY*," sambungnya.

Cuitan yang terakhir itu kemudian sempat menjadi viral. Warganet menggunakan gaya cuitan SBY untuk membuat kalimat-kalimat parodi, dengan tagar #SBYJelaskan.

Hari berganti. Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5) kemarin. Lewat akun Instagram-nya, Jokowi mengucapkan terima kasih untuk SBY.



"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Susilo Bambang Yudhoyono, Pak Ahmad Heryawan dan jajarannya, yang sudah mencanangkan sejak lebih dari satu dekade lalu," tulis Jokowi di akun Instagram-nya, kemarin.

Partai Demokrat menilai ucapan terima kasih itu memang sudah sepantasnya dialamatkan kepada SBY. Bandara Kertajati adalah proyek warisan era SBY.

"Sudah semestinya setiap presiden harus menghormati, menghargai, dan berterima kasih atas segenap legacy dari presiden sebelumnya. Setiap era beda situasi dan kondisi yang menyertainya, meskipun untuk hal-hal yang teknis. Seharusnya setiap presiden mempunyai spirit yang sama untuk membangun bangsa. Setiap presiden punya keberhasilan masing-masing dalam dan berkontribusi nyata dalam memberikan sumbangsih terhadap bangsa ini," tanggap Ketua DPP PD Didik Mukrianto terhadap ucapan terima kasih Jokowi untuk SBY itu, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (25/5).

Sikap yang diperagakan Jokowi bisa memberi contoh yang baik kepada publik. Pemimpin memang dituntut punya sikap negarawan, termasuk dalam menyikapi pemerintahan terdahulu dan realitas di masa kini. Bicara soal proyek infrastruktur di Indonesia, SBY dulu juga telah menuangkannya dalam cetak biru Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Bandara Kertajati adalah bagian dari MP3EI.

"Tentu akan bijak dan mengedukasi buat bangsa ini apabila presiden setelahnya, dengan kenegarawannya, berani jujur mengakui keberhasilan dan berterima kasih kepada presiden sebelumnya, siapa pun itu," kata Didik.



Apakah Didik merasakan ada perubahan sikap Jokowi, dari yang semula mengkritik kebijakan SBY kemudian kini berterima kasih kepada SBY?

"Memang sudah menjadi keharusan bagi presiden untuk memberi contoh dan teladan, menebar kebaikan dan keteduhan bagi segenap anak bangsa, apalagi memasuki tahun politik," kata Didik.



Tonton juga 'Jokowi Kritik SBY, HNW: Lebih Baik Jokowi Realisasikan Janjinya':


(dnu/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed