DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 10:49 WIB

Jazirah Islam 2018

Mencicipi Wagyu Halal Restoran Favorit Muslim di Kyoto

Dinda Tahier - detikNews
Mencicipi Wagyu Halal Restoran Favorit Muslim di Kyoto Nishiki market di Kyoto. Foto: Daeng Nico/ Jazirah Islam TRANS 7
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2018
Kyoto - Jepang yang sibuk, menawarkan wisata urban yang tidak ada habisnya. Daerah perkotaan nan modern seperti Tokyo, atau jika ingin merasakan atmosfer yang lebih tenang dan tradisional Kyoto bisa jadi pilihan.

Di pusat kota Kyoto, terdapat satu pusat kuliner yang terkenal, Nishiki market namanya. Bisa dibilang, ini adalah pasar tradisionalnya Kyoto. Di sini, kita bisa menemukan berbagai jajanan khas yang pastinya menggugah selera.

Tapi bagi muslim, jika berkunjung ke daerah yang masyarakatnya minoritas muslim, tidak bisa sembarangan wisata kuliner. Harus benar-benar dipastikan kalau makanannya halal.



Tujuan saya kali ini adalah restoran Yoshiya di Arashiyama, tepat di depan sungai Kamo. Saking banyaknya pengunjung dari Indonesia yang mengunjungi tempat ini, menunya menggunakan bahasa Indonesia.

Restoran Yoshiya, cukup terkenal di Kyoto. Restoran ini, menjadi favorit muslim, baik lokal maupun turis. Karena di restoran yang sudah berdiri selama 70 tahun ini, menghadirkan menu daging wagyu yang diolah tanpa sake sehingga bisa dinikmati muslim.

Olahan wagyu halal di restoran Yoshiya.Olahan wagyu halal di restoran Yoshiya. Foto: Daeng Nico/ Jazirah Islam TRANS 7


Restoran ini, juga telah mendapatkan label halal dari Asosiasi Halal Tokyo. Walaupun dalam olahannya tidak menggunakan sake, para koki di sini melakukan riset sedemikan rupa, agar mendapatkan rasa yang mirip seperti aslinya.

Wagyu adalah ras sapi yang berasal dari Jepang. Sifat genetiknya menghasilkan daging bertekstur marmer dan produksi lemak tak jenuh yang tinggi. Sapi wagyu dirawat dengan cara dimanjakan.

Mereka dipijat dan diberikan sake ke dalam pakannya, agar menghasilkan daging yang lebih baik. Inilah yang membuat muslim tidak bisa mengkonsumsi daging wagyu. Tapi di sini, Tsukuda bekerjasama dengan peternakan yang bisa merawat sapi tanpa memberi minuman beralkohol.

Daging wagyu biasa dihidangkan dalam bentuk shabu shabu. Daging mentah, yang kemudian direbus dalam pot berisi air mendidih. Shabu shabu diperkenalkan di Jepang pada abad ke 20.



Kata shabu shabu sendiri berasal dari cara memasak dagingnya. Daging wagyu diambil dengan sumpit, lalu perlahan dicelupkan ke dalam air panas. Bagi warga Jepang, ini seperti menghasilkan suara shabu shabu.

Wagyu halal di restoran Yoshiya.Wagyu halal di restoran Yoshiya. Foto: Daeng Nico/ Jazirah Islam TRANS 7


Semakin banyaknya wisatawan muslim yang berdatangan, membuat warga Kyoto semakin mengenal Islam. Dulu mereka tidak tahu tentang makanan halal. Tapi sekarang, mereka berlomba menyediakan yang halal.



Saksikan kisah lengkap geliat kehidupan muslim di Jepang dalam program Jazirah Islam, Jumat 25 Mei 2018 pukul 15:00 WIB


Tonton juga perjalanan Jazirah Islam di Prancis berikut ini:



(rns/rns)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2018
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed