DetikNews
Jumat 25 Mei 2018, 00:24 WIB

Ketua Pansus: Tak Ada Tekanan Percepat Sahkan RUU Antiterorisme

Tsarina Maharani - detikNews
Ketua Pansus: Tak Ada Tekanan Percepat Sahkan RUU Antiterorisme Pansus RUU Antiterorisme hari ini menggelar rapat bersama pemerintah. (Foto: Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Ketua Pansus RUU Antiterorisme M Syafii mengaku sama sekali tak ada tekanan dalam pengambilan keputusan RUU Antiterorisme. Menurut Syafii, RUU Antiterorisme sejak awal memang sudah siap dirampungkan.

"Sama sekali nggak ada (tekanan)," kata Syafii di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Pembahasan RUU Antiterorisme antara pemerintah dan DPR sempat mandeg di persoalan definisi terorisme. Pemerintah, saat itu tak sepakat soal frasa ideologi dan motif politik.



Sementara sejumlah fraksi di DPR menginginkan frasa itu tercantum dalam definisi terorisme.

"Saya kan dari awal sudah menyatakan bahwa undang-undang ini sudah selesai 99,9 persen. Tinggal soal definisi," tutur Syafii.

"Kalau kemudian orang menghubungkan karena tekanan sama sekali tidak ada," imbuh dia.



Karena itu, Pansus RUU Antiterorisme mengaku tak gentar saat Presiden Joko Widodo mengancam akan mengeluarkan Perppu atas UU 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme andai DPR tak mampu menyelesaikan revisi hingga Juni mendatang.

"Bahkan kami menantang, kalau mau keluarkan Perppu, keluarkan saja. Kami tetap bekerja sesuai mekanisme. Dan ternyata saat kami bekerja sesuai mekanisme memang undang-undang ini bisa selesai tepat pada waktunya," ujar politikus Partai Gerindra itu.

Pemerintah-DPR malam ini telah menyepakati revisi atas UU No 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. RUU Antiterorisme akan disahkan lewat paripurna DPR pada Jumat (25/5).
(tsa/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed