DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 20:52 WIB

Ceramah Tarawih, JK Ingatkan Pentingnya Kerja Sama Pemerintah-Ulama

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Ceramah Tarawih, JK Ingatkan Pentingnya Kerja Sama Pemerintah-Ulama Foto: Wapres JK ceramah di Masjid Sunda Kelapa (Noval-detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisi ceramah salat Tarawih di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat. JK mengingatkan pentingnya kerjasama ulama dan pemerintah (umaro) untuk membangun bangsa.

"Karena itu maka saya katakan, apabila baik kehidupan ulama dan umaro (pemerintah), maka akan baik kehidupan kita," kata JK dalam ceramahnya di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).



JK mengatakan pemerintah dari Presiden, Gubernur, Walikota, hingga pemimpin dunia lainnya tentu hendak membawa masyarakat ke kehidupan yang lebih baik.

"Yaitu suatu negeri yang damai yang mampu, yang aman, yang diridai Allah SWT," ujarnya.

Menurut JK, tanpa pemimpin yang baik, adil, dan amanah, maka kehidupan bernegara dapat terganggu. Setiap masyarakat memilih pemimpin yang amanah artinya memberi kepercayaan kepada pemimpin tersebut untuk kehidupan yang lebih baik.



"Tentu harus dilaksanakan dengan seadil-adilnya oleh pemerintah," tuturnya.

JK pun kembali menyinggung negara-negara Islam seperti Afghanistan dan Iraq yang rusak akibat kurang kerjasama antara ulama dan pemerintah.

"Akhir-akhir ini kita melihat akibat terjadinya kerjasama yang tidak terlalu kurang baik antara ulama dan umaro, menimbulkan berbagai masalah di negara-negara, tetapi tetap saja akhirnya masyarakat mengharapkan petunjuk-petunjuk dari ulama," jelasnya.

"Saya melihat negara-negara seperti Afghanistan, Irak, bagaimana kacaunya, bagaimana pemberontakan, bagaimana perang tiap hari, tetapi pada akhirnya masayarakat meminta petunjuk pada ulama," imbuhnya.

Demikian halnya dengan bangsa Indonesia, menurut JK bangsa Indonesia selalu menyerahkan segala urusan ke ulama baik susah maupun senang.

"Kalau sakit keras atau ada keluarga meninggal yang pertama diingat tentu ulama mendoakan atau meberikan petunjuk. Tapi kalau senang sekali mau perkawinan, mau bangun rumah, mau naik haji, selalu juga mengundang para ulama. Jadi senang sekali, susah sekali, tetap ulama," paparnya.

"Jadi kehidupan kita ini emang pada khirnya selalu kita bagaimana membawa ulama dan umaro bekerja dengan baik," pungkasnya.
(nvl/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed