DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 16:53 WIB

Ucapan 'Bom' Fredrich di Sidang Tuai Protes Jaksa KPK

Haris Fadhil - detikNews
Ucapan Bom Fredrich di Sidang Tuai Protes Jaksa KPK Fredrich Yunadi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Fredrich Yunadi kembali mendapat protes. Bukan dari majelis hakim, melainkan dari jaksa KPK.

Awalnya terdakwa perkara perintangan penyidikan Setya Novanto itu bercerita tentang kedatangan tim KPK ke rumah Novanto pada 15 November 2017. Saat itu, menurut Fredrich, ada puluhan orang dari KPK yang membawa serta berbagai peralatan.

"Yang masuk hampir 20 orang lebih. Satu-satu saya cek identitas. Kalau nggak salah surat tugasnya itu 24 orang atau berapa. Banyak," kata Fredrich saat diperiksa sebagai terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).


Fredrich mengatakan rombongan KPK itu membawa kamera serta peralatan lain, seperti koper. Saat menyebut koper itu, Fredrich menyinggung tentang bom.

"Yang jelas, rombongan daripada KPK ada yang bawa handycam. Ada yang bawa tustel, ada yang bawa koper isinya apa saya nggak tahu. Kalau sekarang bisa-bisa bom Pak, saya nggak tahu, saya nggak ngerti isinya apa," ucap Fredrich.

Jaksa KPK langsung memprotes. Menurut jaksa KPK, ucapan Fredrich tidak pantas disampaikan dalam kondisi saat ini, di mana beberapa waktu terakhir terjadi teror bom.

"Tidak pantas ada ucapan 'situ', 'you', kemudian tadi ada ucapan kata 'bom'. Mohon maaf, kondisi saat ini sensitif dan sidang saat ini ditonton publik lewat media. Ada ucapan 3 huruf itu maknanya bagi KPK negatif. Kami mohon untuk ucapan terdakwa kami sangat keberatan. Sikon (situasi kondisi) saat ini tidak kondusif untuk dianggap bercandaan. Kemudian tadi KPK disebut bawa bom saat tanggal 15 November kami keberatan," ujar jaksa KPK M Takdir.


Hakim pun mengingatkan Fredrich tak mengulanginya. Hakim juga meminta jaksa segera menyampaikan jika ada keberatan. Fredrich pun mengklarifikasi ucapannya. Ia mengatakan hal itu diucapnya karena KPK yang kerap membawa koper.

"Siap Yang Mulia. Maksud saya mohon izin Yang Mulia, KPK itu kalau OTT atau nangkap atau menggeledah siapa pun itu kan bawa koper, masuk, keluar bawa koper. Dan saya ditanya itu berapa koper yang dibawa, apa saja. Lah itu alat KPK, bukan saya. Itulah kadang KPK tidak mengklarifikasi sama wartawan. Jadi kalau memang ada kata-kata itu saya kepelisut, mohon maaf, bukan ada unsur kesengajaan," ucap Fredrich.
(haf/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed