DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 16:32 WIB

Ngaku Pengusaha Singapura, 2 Penipu Pakai Uang Palsu Diciduk

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Ngaku Pengusaha Singapura, 2 Penipu Pakai Uang Palsu Diciduk Foto: Kanavino/detikcom
Jakarta - Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap dua orang pria bernama IJ (38) dan HS (43) karena diduga telah melakukan penipuan dengan menggunakan uang palsu. Modus kedua pelaku tersebut dengan menawarkan investasi kepada korban dan mengaku sebagai pengusaha dari Singapura.

Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam menjelaskan peristiwa bermula saat perusahaan milik korban berinisal MA dari Makassar membutuhkan pinjaman dana tambahan. Selanjutnya ada seorang pelaku berinisial A mengaku sebagai marketing investor dari Jakarta. A saat ini masih diburu oleh polisi.

"Dia dapat memberikan tambahan yang dibutuhkan oleh korban," kata Ade kepada wartawan di Mapolda Metro, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Selanjutnya, A mempertemukan korban dengan IJ yang mengaku sebagai perwakilan investor dari Singapura. IJ mengaku dapat menjanjikan korban MA untuk bertemu investor langsung dari Singapura yaitu HS.

HS lalu bertemu dengan MA di Menteng, Jakarta Pusat pada 10 Mei 2018. HS mengaku dapat memberikan investasi sebesar USD 1.500.000 asalkan MA memberikan uang terlebih dahulu sebesar Rp 100.00.000.


"Bujuk rayu selama sebulan akhirnya korban mau mengikuti, bujuk rayu dengan menyerahkan uang Rp 100 juta," kata Ade.

MA akhirnya menuruti permintaan kedua pelaku dengan menyerahkan uang tersebut. Kedua pelaku itu juga memberikan uang investasi yang dijanjikan.

Namun setelah diteliti, uang dollar yang diberikan oleh pelaku ternyata palsu. Pelaku membuat uang tersebut dengan mencetak sendiri.

"Pelaku mencetak uang menggunakan alat," ujar Ade.

Tim yang dipimpin oleh Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Kompol Malvino kemudian menangkap kedua pelaku pada Minggu (20/5). Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa KTP, ponsel dan uang palsu pecahan 100 USD.

Kedua pelaku dijerat dengan pasal penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 dan atau 372 KUHP.


(knv/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed