DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 12:21 WIB

Zulkifli Hasan: Hentikan Pembuatan Daftar Rekomendasi Mubalig!

Ahmad Toriq - detikNews
Zulkifli Hasan: Hentikan Pembuatan Daftar Rekomendasi Mubalig! Zulkifli Hasan. Foto: Dok MPR
Jakarta - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan meminta Kementerian Agama (Kemenag) menghentikan proses penambahan daftar rekomendasi penceramah agama (mubalig). Pasalnya, langkah tersebut kontraproduktif dan akan membuat suasana makin gaduh.

"Saya sejak minggu lalu sudah mengingatkan tarik daftar itu dan minta maaf. Karena membuat kegaduhan luar biasa. Kok kebijakan belah bambu yang membuat kegaduhan diteruskan? Hentikan. Pancasila itu menyatukan, bukan memecah-belah begini," kata Zulkifli kepada wartawan, Kamis (24/5/2018).


Zulkifli mempertanyakan sampai berapa banyak mubalig yang akan didaftar oleh Kemenag. Dia juga mempertanyakan berapa banyak uang negara yang dihabiskan untuk proses administrasi penambahan daftar itu.

Ketua MPR itu menambahkan ribuan mubalig baru lahir setiap bulan dari berbagai pesantren di Indonesia. Zul khawatir daftar rekomendasi mubalig tersebut berpotensi memecah belah persatuan.

"Sebuah kebijakan harus berorientasi jangka panjang dan efisien secara anggaran. Di tangan yang salah, daftar rekomendasi tersebut bisa dijadikan alat melakukan persekusi oleh kelompok tertentu terhadap mubalig yang tidak ada dalam daftar. Padahal belum tentu mubalig yang tidak terdaftar memiliki sikap anti-Pancasila dan anti pemerintah dan bisa saja mereka tidak ada dalam daftar karena kelambanan administrasi birokrasi Kemenag. Lalu mau berapa miliar rupiah uang negara yang dihabiskan untuk proses administrasinya," ujar eks Menhut ini.


Zulkifli meminta pemerintah tidak terlalu mencurigai umat Islam secara berlebihan. Warga negara memiliki hak untuk menjalankan keyakinan agamanya, selama itu masih berada dalam koridor hukum dan aturan.

"Kalau ada yang salah, ada hukum, ada aparat, tangkap. Biarlah masyarakat menentukan siapa yang ingin mereka undang. Jadi kalau diteruskan seperti ini, maka saling curiga dan kegaduhan akan terus, apalagi kita masuk bulan suci Ramadhan, masuk tahun politik," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kementerian Agama akan menambah daftar rekomendasi penceramah yang saat ini berjumlah 200 nama. Penambahan itu akan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam lainnya.
(tor/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed