DetikNews
Rabu 23 Mei 2018, 17:29 WIB

Jelang Pilkada dan Pilpres, MPR: Kurangi Jiwa Haters

Tia Reisha - detikNews
Jelang Pilkada dan Pilpres, MPR: Kurangi Jiwa Haters Foto: Dok. MPR
Berau - Pemilihan kepala daerah serentak pada 2018 dan pemilihan presiden pada 2019 sudah munculkan benih-benih pembelahan perpecahan di masyarakat. Wakil Ketua MPR, Mahyudin, berharap setiap warga negara memiliki tanggungjawab yang sama untuk menjaga dan memelihara bangsa ini.

"Turunkan tensi-tensi untuk fitnah. Hentikan penyebaran hoax. Kurangi jiwa haters dalam diri kita. Jadilah jiwa-jiwa yang mempersatukan dan membawa kedamaian di bumi Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/5/2018).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mencegah perpecahan di masyarakat menjelang Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019. Hal ini bertujuan agar tidak mengulangi kejadian yang sama seperti pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.


Di sela-sela kunjungannya ke Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ini, Mahyudin melihat kondisi yang relatif aman dan terkendali di daerah yang dikunjunginya tersebut. Ini berbeda dengan kondisi saat pilgub di DKI Jakarta.

"Masyarakat di sini juga heterogen. Tapi tetap saya harus ingatkan untuk menjaga persatuan," katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa siapa pun yang nanti terpilih sebagai gubernur, masyarakat harus bisa menerimanya dengan tidak membawa unsur SARA, terutama saat kampanye.

"Saya kira siapa pun yang terpilih menjadi gubernur, itulah gubernur kita. Tidak perlu ada gesekan apalagi membawa unsur-unsur SARA dalam kampanye pilgub," sambungnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam demokrasi akan tetap terjadi persaingan dan pengelompokan, begitu juga dalam Pilpres 2019. Sekali pun kubu Jokowi dan Prabowo bersatu, hal itu tidak bisa meredam pembelahan di masyarakat dan tetap akan ada kubu lawan.


"Saya kira politik akan seperti itu. Meskipun disatukan, akan tetap terjadi pembelahan di masyarakat," ujarnya.

Alasannya, menyatukan seluruh pendapat adalah hal yang tidak mungkin terjadi. Menurutnya, itulah demokrasi seperti yang tampak dalam pemungutan suara. "Demokrasi tidak untuk menyamakan pendapat tapi bagaimana memperkecil perbedaan," ujarnya.

Karena itu, untuk mencegah masyarakat agar tidak terbelah, Mahyudin berharap setiap warga negara bisa mengurangi jiwa yang mengeluarkan kebencian. "Jadilah jiwa pemersatu dan membawa kedamaian di bumi Indonesia," pungkasnya.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed