DetikNews
Selasa 22 Mei 2018, 23:31 WIB

Refleksi 20 Tahun Reformasi, MPR: Demokrasi Disalahgunakan

Robi Setiawan - detikNews
Refleksi 20 Tahun Reformasi, MPR: Demokrasi Disalahgunakan Foto: Dok. MPR
Berau - Selama 20 tahun Reformasi, telah banyak hal positif yang dicapai, salah satunya kebebasan pers dan kebebasan berpendapat. Namun, bagi Wakil Ketua MPR Mahyudin, euforia demokrasi itu cenderung disalahgunakan.

"Euforia demokrasi yang demikian ramai masih disalahgunakan, dengan begitu mudahnya orang menebar fitnah, hoax, dan sebagainya. Itu catatan 20 tahun Reformasi," kata Mahyudin dalam keterangan tertulis, Selasa (22/5/2018).

Meski demikian, Mahyudin yang ditemui setelah menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada ratusan mahasiswa STIE Muhammadiyah Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur, berharap Reformasi yang telah membawa kemajuan bisa membuat kita berbuat sesuatu yang lebih baik lagi.

"Meski ada kekurangan, kita bisa berbuat sesuatu yang lebih baik lagi di masa depan," kata Mahyudin.


Terkait Reformasi yang dilakukan mahasiswa dan penyampaian Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada mahasiswa, Mahyudin menjelaskan mahasiswa perlu mendapat penguatan dasar dan ideologi negara, yaitu Pancasila.

"Dengan demikian, diharapkan Pancasila bisa menjadi perilaku bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," jelas Mahyudin.

Menurutnya, sosialisasi ini dapat membendung pengaruh budaya asing yang tidak cocok dengan budaya kita, sehingga kita tidak kehilangan jati diri bangsa. Karena itulah dirinya berharap generasi muda bisa menjadi generasi emas di masa mendatang.

"Karena itu, hari ini kami ada di kampus-kampus dengan harapan generasi muda bisa menjadi generasi emas di masa mendatang dan membuat Indonesia lebih baik lagi," kata Mahyudin.

Mahyudin juga menolak adanya usulan atau wacana untuk melakukan Reformasi jilid II. Bagi Mahyudin, Reformasi jilid II tidak ada urgensinya. Sebaiknya bangsa ini bisa menjaga ketenangan dan situasi kondusif.


"Tidak usahlah macam-macam. Tidak ada agenda yang mendesak untuk itu. Ide itu dikait-kaitkan dengan agenda pilpres. Mari kita jaga ketenangan dan situasi yang kondusif. Jangan sampai ada ide-ide seperti itu yang akan memecah-belah bangsa. Saya kira (Reformasi jilid II) tidak perlu dibicarakan," kata Mahyudin.




Saksikan juga video "acara refleksi 20 tahun reformasi di Gedung DPR":


(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed